Pabrik Bahan Ban Kualitas Moto-GP Akan Dibangun di Cilacap

Belanja modal yang dibutuhkan mencapai US$ 80 juta. Pertamina akan menguasai saham mayoritas.
Anggita Rezki Amelia
29 September 2016, 19:42
Wianda Pertamina
Arief Kamaludin | Katadata

PT Pertamina mulai melirik bisnis lain di luar minyak dan gas bumi (migas). Bersama Repsol S.A, perusahaan pelat merah itu akan membangun pabrik Treated Distillate Aromatic Extract (TDAE) atau bahan baku untuk produk karet di Cilacap.

Vice President Corporate Communication Wianda Pusponegoro mengatakan bahan baku tersebut bisa untuk memproduksi ban. “Ban ini khusus untuk racing internasional seperti MotoGP. Ini jenis produk yang hybrid, bukan produk sembarangan ban secara massal,” kata dia di Jakarta, Kamis, 29 September 2016. (Baca: Produsen Ban Cina Siap Hijrah ke Indonesia).

Menurutnya, ide pembangunan pabrik tersebut berasal dari Repsol. Perusahaan asal Spanyol yang bergerak di sektor pelumas dan karet ini mengajak Pertamina karena melihat peluang bisnis yang ada. Apalagi Repsol sudah memiliki pangsa pasar di Asia Tenggara.

Rencana pembangunan pabrik ini sebenarnya sudah dilakukan beberapa tahun lalu. Bahkan telah melalui proses studi kelayaan baik ekonomi maupun teknis sekitar dua tahun.

Advertisement

Pabrik akan dibangun di area RU IV Cilacap untuk mengolah minarex. Alasan memilih Cilacap, kata Wianda, karena dianggap sebagai lokasi yang tepat. Apalagi Kilang Cilacap sudah memproduksi minarex sekitar 115.000 ton. (Baca: Tingkatkan Produksi Migas, Pertamina Bidik 30 Blok).

Nantinya, Pertamina dan Repsol membikin perusahaan patungan atau joint venture. Pertamina akan memilik saham mayoritas. Capital expenditure atau belanja modal yang  dibutuhkan untuk pabrik ini mencapai US$ 80 juta.

Wianda menargetkan awal 2017 perusahaan patungan tersebut sudah terbentuk. Bila hal ini terlaksana, pabrik bisa beroperasi secara komersial sekitar 2019. (Baca: Pertamina Bisa Survive dengan Lima Prioritas Strategi).

Rencananya, pabrik ini memilik kapasitas produksi sekitar 60 ribu ton per tahun dengan kualitas tinggi. “Jadi produknya untuk kedua belah pihak,” kata dia.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait