Mandatori Biodiesel Tingkatkan Penyerapan Minyak Sawit di Semester II

Penulis: Michael Reily

Editor: Ekarina

Jum'at 31/8/2018, 09.51 WIB

Serapan minyak sawit semester pada semester II berpotensi meningkat seiring dengan penerapan mandatori B20.

biodiesel
Arief Kamaludin | Katadata

Program kewajiban penggunaan campuran bahan bakar nabati 20% ke dalam bahan bakar solar atau mandatori B20 ke seluruh sektor subsidi dan non subsidi berpotensi meningkatkan permintaan dan penyerapan produksi sawit nasional. 

Wakil Ketua Dewan Masyarakat Sawit Indonesia (DMSI) Sahat Sinaga mengatakan,  konsumsi minyak sawit mentah (crude palm oil/CPO) semester kedua bisa tumbuh hingga 800 ribu ton dibandingkan konsumsi semester pertama 2018 seiring adanya implentasi mandatori B20.

“Kalau produsen biodiesel agresif bisa sampai sebesar itu,” kata Sahat di Jakarta, Kamis (30/8).

Menurut DMSI, konsumsi CPO dalam negeri tahun ini diprediksi mencapai sebesar 7 juta ton.  DMSI  taawalnya memprediksi konsumsi biodiesel tumbuh konservatif pada semester kedua sebesar 300 ribu ton. Namun dengan  adanya mandatori B20, konsumsi biodiesel diharapkan meningkat cukup besar.

(Baca  : Jelang Penerapan B20, Hanya Dua dari 11 Perusahaan yang Teken Kontrak)

Selain meningkatkan angka konsumsi, penyerapan sawit untuk biodiesel juga diharapkan bisa mengerek harga jual CPO dunia. "Harga CPO bisa naik sehingga nantinya akan relatif stabil,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Harian Asosiasi Produsen Biofuels Indonesia (Aprobi) Paulus Tjakrawan membenarkan perhitungan penambahan sekitar 800 ribu ton CPO untuk produksi biodiesel. Bahkan, Aprobi memperkirakan penyerapan biodiesel bisa mencapai 1 juta ton jika produksi dan penyalurannya berjalan lancar.

Paulus menjelaskan, pengusaha sawit dan biodiesel siap untuk merevisi dana pungutan ekspor yang dihimpun Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) Kelapa Sawit jika terjadi lonjakan harga dunia. Alasannya, kenaikan harga CPO bisa membebankan dana yang dikelola oleh BPDP Kelapa Sawit.

Selain itu, pemerintah belum memiliki instrumen pemberian subsidi jika harga CPO melonjak dalam kaitannya dengan program mandatori B20. “Kami sudah melakukan penghitungan pungutan naik kalau harga CPO tinggi,” kata Paulus.

(Baca: Pertamina Kekurangan Pasokan Minyak Nabati untuk Penerapan B20)

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha