SKK Migas dan KKKS Komitmen Investasi Senilai Rp 28 Triliun

Penulis: Verda Nano Setiawan

Editor: Sorta Tobing

12/4/2019, 19.23 WIB

SKK MIgas menilai, komitmen investasi tersebut akan mendorong pengeboran sumur eksplorasi dan semakin banyak studi seismik dalam 10 tahun ke depan.

SKK Migas, realisasi investasi migas, KKKS
Arief Kamaludin | Katadata
Ilustrasi Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas).

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) telah melakukan komitmen investasi sekitar US$ 2 miliar (sekitar Rp 28 triliun). Komitmen itu berasal dari kontrak blok terminasi yang telah habis masa kontraknya dan beberapa kontrak baru.

Wakil Kepala SKK Migas Sukandar menuturkan, investasi tersebut akan mendorong pengeboran sumur eksplorasi dan semakin banyak studi seismik dalam 10 tahun ke depan. "US$ 2 billion is not small. Ini era baru bagi industri migas Indonesia," ujar Sukandar seperti dikutip dari siaran pers, Kamis (11/4).

Selain itu, Sukandar juga akan membantu KKKS untuk melakukan kegiatan operasi dengan lebih cepat dan efisien, termasuk menyelesaikan hambatan yang timbul khususnya terkait perijinan. "Kami akan berkordinasi dengan instansi-instani terkait untuk menyelesaikannya sehingga kegiatan mereka dapat cepat berjalan,"ujarnya.

(Baca: Dorong Lapangan Migas Offshore, Archandra Janjikan Kemudahan Izin)

Berdasarkan catatan SKK Migas, tahun lalu telah dikerjakan 36 sumur khusus eksplorasi. Pada 2019 jumlahnya akan naik lebih dua kali lipat yaitu sebanyak 82 sumur. Hal ini menurut Sukandar menandakan kegiatan eksplorasi sudah aktif dan diharapkan akan ada penemuan-penemuan baru yang lain.

"Jumlah sumur eksploitasi dan eksplorasi tahun ini sekitar 427 sumur dan di 2020 kurang lebih sama," ujar Sukandar.

(Baca: ExxonMobil Pimpin Temuan Cadangan Migas Terbesar Dunia di 2019)

Realisasi Investasi Migas per Februari 2019

SKK Migas sebelumnya memperkirakan realisasi investasi hulu minyak dan gas (migas) per Februari 2019 mencapai US$ 1,37 miliar atau sekitar Rp 19,6 triliun. Artinya, realisasi selama dua bulan pertama di tahun ini baru sekitar 9,26% dari target 2019 yang sebesar US$ 14,79 miliar.

Uncommitted US$ 1,37 miliar per Februari,” ujar Kepala Divisi Program dan Komunikasi SKK Migas Wisnu Prabawa Taher saat dijumpai di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (6/3).

Walaupun nilainya masih sedikit, ia tetap optimistis target investasi hulu migas akan terus naik. Pasalnya, masih ada 13 proyek hulu migas yang akan beroperasi di tahun ini, salah satunya pada kuartal 1 yakni Proyek Terang Sirasun Batur Phase 2 oleh Kangean Energy Indonesia Ltd.

(Baca: Menimbang Arahan Jokowi dalam Konsepsi Kelembagaan Hulu Migas)

Sebelumnya SKK Migas menargetkan investasi hulu migas tahun 2019 sebesar US$ 14,79 miliar atau meningkat dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tahun lalu sebesar US$ 14,2 miliar. Kenaikan tersebut didorong  beberapa proyek yang akan beroperasi.

Pertumbuhan investasi migas ini merupakan yang pertama kalinya dalam lima tahun terakhir. Sejak 2014, investasi migas selalu mengalami penurunan seiring jatuhnya harga minyak mentah dunia hingga di bawah US$ 30/barel. 

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan