Pacu Produksi, Pemerintah Beri Industri Tekstil Mesin Baru

Penulis: Tri Kurnia Yunianto

Editor: Ameidyo Daud

11/2/2020, 18.00 WIB

Industri tekstil memperkirakan perlu Rp 175 triliun untuk merevitalisasi alat produksi

tekstil, perindustrian, mesin baru
ANTARA FOTO/MUHAMMAD ADIMAJA
Ilustrasi penjual produk tekstil. Pemerintah akan merealisasikan bantuan mesin baru senilai Rp 20 miliar bulan April mendatang kepada industri tekstil.

Pemerintah akan merealisasikan bantuan mesin baru senilai Rp 20 miliar kepada industri tekstil bulan April mendatang. Alat produksi baru ini akan menggantikan peralatan tua sehingga dapat menghasilkan produk dengan kuantitas dan berkualitas tinggi.

Sekertaris Eksekutif Asosiasi Pertekstilan Indonesia (API) Rizal Tanzil Rakhman mengatakan hal tersebut sudah dikomunikasikan dengan Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. Rizal mengatakan bantuan ini akan menjadi pemicu bangkitnya industri tekstil.

"Ini demi industri nasional untuk punya kontribusi yang lebih besar dan kami mengapresiasi apa yang dilakukan pemerintah," kata dia saat dihubungi Katadata.co.id, Selasa (11/2).

(Baca: Asosiasi Tekstil: Wabah Corona Jadi Momentum Industri untuk Mandiri)

Rizal mengatakan bantuan dari Kemenperin itu akan dialokasikan pada industri hulu tekstil atau industri garmen lainnya. Dia juga menjelaskan revitalisasi mesin ini bisa jadi bukan yang terakhir dilakukan pemerintah. Apabila penyerapan alat tersebut maksimal, maka program revitalisasi ini akan diperpanjang.

“Soalnya ini bagian penting daya saing kita. Kalau mesinnya kurang (bagus) sulit bersaing dengan negara lain,” kata Rizal.

Pada akhir tahun lalu, API telah memperkirakan total biaya yang diperlukan guna merevitalisasi alat produksi mencapai Rp 175 triliun. Jika hal tersebut terwujud, maka kontribusi devisa industri TPT dalam negeri diharapkan meningkat 10 kali lipat dalam 12 tahun.

"Jadi nilai investasi Rp 175 triliun ini diperlukan dalam waktu tujuh tahun," ujar Wakil Ketua Umum Badan Pengurus Harian API Anne Patricia Sutanto akhir 2019.

(Baca: Terancam Gulung Tikar, Pengusaha Tekstil Minta Pembatasan Impor Segera)

 

Reporter: Tri Kurnia Yunianto

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan