Efek Domino Virus Corona ke Industri Penunjang Pariwisata

Hari Widowati
2 Maret 2020, 09:39
virus corona, dampak virus corona ke sektor pariwisata, sektor usaha yang terdampak virus corona, UMKM, hotel dan restoran, retail, stimulus pemerintah, pendapatan pariwisata anjlok
ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo
Dinas Pariwisata Bali menaksir sektor pariwisata kehilangan pendapatan sekitar Rp 10 miliar dalam waktu hampir sebulan akibat pembatalan kunjungan 20 ribu wisatawan Tiongkok ke Bali karena merebaknya wabah virus corona.

Padahal, UMKM memegang peranan penting dalam struktur perekonomian Indonesia. Berdasarkan data Bank Indonesia, pada 2016 sektor UMKM mendominasi 99,9% unit bisnis di Indonesia. Dari angka tersebut, jenis usaha mikro paling banyak menyerap tenaga kerja hingga 87% seperti terlihat dalam Databoks di bawah ini.

Depresiasi yang signifikan ini dirasakan oleh sejumlah pelaku UMKM di Bali. Salah satunya Ni Luh Gede Meiyana, seorang pelaku UMKM yang berjualan di sebuah mal di Denpasar. Sejak ancaman virus corona merebak, perputaran bisnisnya terganggu karena omset menurun. “Sangat terasa sekali penurunannya sekarang,” ujarnya seperti dikutip NusaBali.com.

(Baca: Bimbang Tawaran Tiket Pesawat Murah dan Kekhawatiran Virus Corona)

Langkah Pemerintah

Maulana menyatakan, setidaknya ada tiga poin yang harus diperhatikan pemerintah guna meredam potensi dampak negatif pelemahan perekonomian dan sejumlah blokade perdagangan akibat wabah Covid-19 ini. Pertama, memberikan stimulus ekonomi agar tetap berjalan. Kedua, mencegah tenaga kerja terkena dampak yang cukup signifikan. Ketiga, memastikan segmen UMKM tetap bergerak.

“Di situ harus ada relaksasinya. Relaksasi terhadap cost-nya, relaksasi terhadap pajak daerah, dan relaksasi terhadap kewajiban di perbankan masalah keuangan itu harus ada,” ungkapnya.

Sejumlah kebijakan strategis disiapkan. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyiapkan kebijakan countercyclical dalam bentuk stimulus untuk menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional.

(Baca: Bantu Sektor Terdampak Corona, OJK Relaksasi Aturan Kredit Bermasalah)

Stimulus pertama yang diberikan OJK dengan merelaksasi aturan penilaian aset kredit dengan plafon sampai dengan Rp 10 miliar. Penilaian kualitas kredit hanya didasarkan pada satu pilar, yaitu ketepatan pembayaran pokok dan bunga terhadap kredit yang telah disalurkan kepada debitur di sektor yang terdampak virus corona.

OJK juga merelaksasi pengaturan restrukturisasi kredit yang disalurkan kepada debitur di sektor yang terdampak wabah virus corona. Sektor-sektor tersebut sejalan dengan sektor yang diberikan insentif oleh pemerintah.

Di sisi lain, pemerintah juga akan memberikan insentif untuk pelaku usaha yang bergerak di bidang pariwisata di sepuluh destinasi pariwisata yang terdampak virus corona. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama Kusubandio mengatakan, stimulus itu berupa penghapusan tarif pajak hotel dan restoran atau pajak nol persen.

Penulis: Destya Galuh Ramadhani (Magang)

Halaman:
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...