Pemerintah Diminta Waspadai Lonjakan Harga Beras di Semester II

Michael Reily
2 Juli 2018, 19:24
Pasar Induk Beras Cipinang
ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja
Sejumlah calon pembeli memilih beras di Pasar Induk Beras Cipinang (PIBC), Jakarta, Senin (7/8).

Prognosa Kementerian Pertanian dari 12  pasokan komoditas pangan pada semester kedua, hanya kedelai, kacang tanah, dan daging yang mengalami defisit. Sementara beras, jagung, minyak goreng, gula pasir, bawang merah, cabai besar, cabai rawit, daging ayam, dan telur ayam relatif mencatat surplus.

Prognosa Produksi dan Kebutuhan Pangan Juli-Desember (dalam ribu ton)

KomoditasPerkiraan ProduksiPerkiraan KebutuhanNeraca Domestik
Beras20.68315.0385.645
Jagung13.3008.6444.656
Kedelai8001.447-644
Kacang Tanah211329-118
Minyak Goreng17.2734.29412.979
Gula Pasir1.6081.56543
Bawang Merah709600109
Cabai Besar647532115
Cabai Rawit505319186
Daging Sapi dan Kerbau213328-115
Daging Ayam Ras1.7651.509256
Telur Ayam Ras858867119

Sumber: Kementerian Pertanian 

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, inflasi atau indeks harga konsumen pada Juni 2018 sebesar 0,59%.  Inflasi bulanan pada masa lebaran ini merupakan yang terendah sejak 2012 lalu.

Kepala BPS Suhariyanto menyebutkan, inflasi pada lebaran 2012 yang jatuh pada Agustus sebesar 0,95%, begitu pun dengan Agustus 2013 yang sebesar 1,12%. Kemudian, lebaran 2014 hingga 2016 yang jatuh pada Juli, inflasinya masing-masing sebesar 0,93%, 0,93%, dan 0,69%. Lalu, inflasi Juni 2017 kembali sebesar 0,69%. Tahun ini, hari raya Idul Fitri jatuh pada 15 Juni 2018.

Pada Juni 2018, ikan segar dan tarif transportasi masih menjadi penyumbang terbesar inflasi. Lebih rinci, kenaikan tarif dan konsumsi transportasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 1,5% dibanding bulan lalu sehingga berkontribusi 0,26% terhadap total inflasi.

Kemudian, kelompok bahan makanan yang kenaikan harganya sebesar 0,88%, menyumbang 0,19% terhadap total inflasi. Yang paling dominan menyebabkan inflasi adalah ikan segar, dengan andil ke inflasi 0,08%. Lalu daging ayam ras yang andilnya 0,03%. Sisanya, disumbang oleh daging ayam kampung, daging sapi, kacang panjang, bawang merah, dan kelapa yang masing-masing andil ke inflasinya 0,01%. 

(Baca : Terendah Sejak 2012, Inflasi Lebaran pada Juni 2018 Sebesar 0,59%)

Meski beberapa komoditas harganya naik lantaran ada kenaikan permintaan saat lebaran, ada juga bahan pangan yang mengalami penurunan harga atau deflasi. Di antaranya, telur ayam ras dan cabe merah yang menyumbang deflasi masing-masing 0,03%. Serta, beras dan bawang putih yang menyumbang 0,01%. "Kesimpulannya, inflasi bahan makanan lebaran ini sangat terkendali," ujarnya.

Sebaliknya, inflasi dari harga yang diatur pemerintah (administered prices) pada Juni 2018 justru mencapai 1,38% dibanding bulan sebelumnya. Inflasi itu lebih tinggi ketimbang harga yang bergejolak (volatile food), termasuk harga bahan pangan, sebesar 0,9%. Bahkan, inflasi inti pada Juni 2018 pun hanya 0,24% dibanding Mei 2018.

Halaman:
Editor: Ekarina
Berita Katadata.co.id di WhatsApp Anda

Dapatkan akses cepat ke berita terkini dan data berharga dari WhatsApp Channel Katadata.co.id

Ikuti kami

Artikel Terkait

Video Pilihan
Loading...