Datangi Kantor PLN, Jokowi Marah Minta Listrik Mati Tak Terulang Lagi

"Apakah tidak dihitung kalau akan ada kejadian-kejadian," kata Jokowi di Kantor PLN.
Michael Reily
Oleh Michael Reily
5 Agustus 2019, 10:42
Jokowi menyambangi kantor PLN.
ANTARA FOTO/Akbar Nugroho Gumay.
Ilustrasi, Presiden terpilih periode 2019-2024 Joko Widodo memberikan keterangan usai pertemuan dengan Tim Kampanye Nasional (TKN) di Jakarta, Jumat (26/7/2019). Jokowi menyambangi kantor PLN pagi ini.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyambangi Kantor Perusahaan Listrik Negara (PLN) di Jalan Trunojoyo, Jakarta, pagi ini (5/8). Dia datang untuk mengetahui permasalahan tentang pemadaman listrik total yang terjadi di Jakarta dan sebagian daerah di Pulau Jawa, Minggu kemarin (4/8).

Jokowi datang sekitar pukul 08.45 WIB bersama Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan, Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, dan Sekretaris Kabinet Pramono Anung. Di Kantor Pusat PLN, Jokowi bertemu Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama Sripeni Inten Cahyani.

Jokowi mengungkapkan PLN seharusnya punya tata kelola risiko untuk menghadapi gangguan seperti yang terjadi kemarin. "Saya tahu peristiwa seperti ini pernah kejadian pada 2002 di Jawa dan Bali, 17 tahun lalu. Semestinya itu bisa dipakai sebagai pelajaran kita bersama," katanya membuka pembicaraan di Kantor PLN, Jakarta, Senin (5/8).

(Baca: Rugikan Konsumen, YLKI Minta PLN Beri Kompensasi Akibat Listrik Mati)

Ia mengatakan, masyarakat rugi besar akibat mati lampu kemarin. Layanan transportasi seperti Kereta Rel Listrik (KRL) dan Moda Raya Terpadu (MRT) sangat bergantung pada pasokan listrik. Listrik yang padam secara mendadak bisa membahayakan penumpang, yang tengah berada di dalam kendaraan.

Karena itu, menurutnya PLN harus memperhitungkan potensi gangguan penyaluran listrik yang bisa merugikan masyarakat. "Bapak dan Ibu semuanya kan orang-orang pintar, apalagi urusan listrik sudah bertahun-tahun. Apakah tidak dihitung, apakah tidak dikalkulasi, kalau akan ada kejadian-kejadian," katanya.

Kedatangan Jokowi di Kantor Pusat PLN pun hanya sekitar 15 menit. Meski tergolong sebentar, dia sempat mendengarkan penjelasan Sripeni terkait penyebab pemadaman listrik.

(Baca: Pasca-Listrik Mati Lebih 6 Jam, KRL dan MRT Hari Ini Kembali Normal)

Pada saat itu, ia meminta PLN memberi pernyataan simpel terkait pemadaman listrik kemarin. Dia juga berharap agar kejadian serupa tidak terjadi lagi.

Jokowi juga meminta perbaikan penyaluran listrik kepada konsumen yang cepat. Beberapa wilayah yang masih mengalami pemadaman listrik juga harus segera diaktifkan, supaya masyarakat bisa melakukan kegiatan sehari-hari.

"Hal-hal yang menyebabkan peristiwa besar terjadi, sekali lagi saya ulang, jangan sampai terulang kembali. Itu saja permintaan saya," katanya sembari menutup pembicaraan.

(Baca: Layanan Komunikasi, Bank, KRL Lumpuh Lebih 6 Jam Akibat Listrik Mati)

Video Pilihan

Artikel Terkait