Induk Shopee Beri Beasiswa Bagi Mahasiswa di 6 Universitas Indonesia

Induk Shopee, Sea Group menggaet enam universitas untuk menggelar program beasiswa di Indonesia. Raksasa teknologi Singapura ini juga membuka peluang magang di Shopee, Garena, dan SeaMoney.
Desy Setyowati
Oleh Desy Setyowati
26 Januari 2021, 14:03
Induk Shopee Beri Beasiswa Bagi Mahasiswa di 6 Universitas Indonesia
shopee
Ilustrasi platform Shopee

Induk Shopee, Sea Group bekerja sama dengan enam universitas di Indonesia untuk menggelar program beasiswa. Mahasiswa penerima beasiswa juga berpeluang magang di Shopee, Garena, dan SeaMoney.

Keenam perguruan tinggi yang diajak kerja sama yakni ITB, UI, IPB, UGM, Binus dan IT Del. Pendaftaran untuk program Sea Scholarship Indonesia itu dibuka mulai hari ini hingga 14 Maret. Nantinya, para peserta akan melalui enam tahapan.

Perusahaan asal Singapura itu menerima lebih dari 2.000 aplikasi sejak menggelar program beasiswa pada 2018 lalu. Sebanyak 70 mahasiswa mendapatkan beasiswa tersebut.

Country Head of Garena Indonesia Hans Saleh mengatakan, IPB dan IT Del merupakan mitra baru dalam program beasiswa pada tahun ini. “Bergabungnya IT Del sebagai kampus teknologi informasi dari Sumatera Utara, menunjukkan keseriusan kami mengembangkan talenta digital di berbagai daerah,” ujar dia dalam siaran pers, Selasa (26/1).

Chairman of Sea in Indonesia Pandu Patria Sjahrir menambahkan, kesiapan talenta digital menjadi tantangan dalam revolusi industri keempat di Tanah Air. Oleh karena itu, Sea Scholarship Indonesia menyediakan beasiswa, serta peluang dan kesempatan kerja.

“Program ini komitmen kami untuk meningkatkan taraf hidup konsumen dan dunia usaha lewat teknologi di Indonesia,” kata Pandu dalam siaran pers, Selasa (26/1).

Penelitian Sea dan World Economic Forum bertajuk ‘ASEAN Youth and the Future of Work’ menunjukkan bahwa anak muda di ASEAN yang memahami teknologi akan mendisrupsi dunia kerja. Sebanyak 52,4% dari mereka dan 57,9% di Indonesia percaya, kemampuan dan keahlian harus ditingkatkan supaya bisa menghadapi disrupsi itu.

Selain itu, 81,4% menilai bahwa magang lebih penting daripada pelatihan di sekolah. Mengacu pada riset tersebut, Sea Group berfokus memberikan beasiswa sekaligus peluang magang.

Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) Prof. Ir. Nizam, M.Sc., DIC, Ph.D sepakat bahwa kesiapan talenta digital dibutuhkan untuk mendukung potensi ekonomi digital di Indonesia. Ia pun menilai, Sea Scholarship sejalan dengan program kementerian ‘Kampus Merdeka Kemendikbud’.

“Program itu mendukung kolaborasi industri dan universitas lewat program magang industri,” kata Nizam.

Selain Shopee, perusahaan teknologi asal Tiongkok, Huawei menggelar sejumlah pelatihan terkait teknologi di Indonesia. Yang terbaru, produsen ponsel pintar (smartphone) itu membangun pusat pelatihan yang diberi nama Huawei ASEAN Academy Engineering Institute di Jakarta, yang menargetkan 100 ribu peserta.

Raksasa teknologi asal Amerika Serikat (AS), Google melatih 12 ribu talenta digital sejak Juni 2020 melalui program Juara Google Cloud Platform (GCP). Selain itu, terlibat dalam program digital up-skilling dari Kementerian Komunikasi dan Informatika yaitu Digital Talent Scholarship.

Ada juga program Bangkit yang sudah digelar sejak 2019. Bahkan, Google bekerja sama dengan decacorn dan unicorn Tanah Air yakni Gojek, Tokopedia, Traveloka dalam menggelar program Bangkit.

Video Pilihan

Artikel Terkait