Australia Janji Hentikan Pendanaan Proyek Bahan Bakar Fosil Asing
Di KTT Iklim PBB COP28, Australia menandatangani sebuah pernyataan untuk mengakhiri pendanaan ekspansi bahan bakar fosil di luar negeri. Australia bergabung dengan 39 negara yang telah berjanji untuk menghentikan investasi internasional dalam proyek-proyek yang menimbulkan polusi.
Kemitraan transisi energi bersih, yang juga dikenal sebagai Pernyataan Glasgow, ditandatangani di sela-sela konferensi iklim PBB COP28 di Dubai, yang kini memasuki minggu kedua. Penandatangan lainnya termasuk Amerika Serikat (AS), Inggris, Jerman, dan negara-negara tetangga di Pasifik, seperti Fiji.
Norwegia juga menandatangani perjanjian ini minggu ini pada pertemuan tersebut. Ini berarti sebagian besar negara OECD telah berkomitmen untuk menghentikan pendanaan bahan bakar fosil internasional.
Langkah ini secara umum disambut baik oleh para pendukung lingkungan. Fokus mereka kini tertuju pada investasi Australia dalam proyek-proyek bahan bakar fosil di dalam negeri.
Menurut lembaga pemikir kebijakan publik Australia Institute, pemerintah federal dan negara bagian negara ini menghabiskan lebih dari A$11 miliar (US$7,22 miliar) untuk mensubsidi industri bahan bakar fosil dalam negeri. Nilai subsidi ini 14 kali lipat lebih besar daripada Dana Siap Siaga Bencana Australia, yang dibentuk untuk merespons krisis yang berkaitan dengan iklim.
Australia's Conservation Foundation (ACF), organisasi lingkungan hidup nasional Australia, menyambut baik keputusan pemerintah yang akhirnya menandatangani Pernyataan Glasgow. ACF menggambarkan langkah tersebut sebagai langkah positif.
"Sangat penting bahwa setiap dukungan untuk proyek-proyek energi di wilayah kami adalah untuk energi bersih guna membantu transisi menuju nol karbon, bukan untuk mendorong pembukaan proyek-proyek batu bara dan gas," ujar manajer program iklim dan energi ACF Gavan McFadzean, seperti dikutip Offshore Technology, Kamis (7/12).
Langkah selanjutnya adalah menghentikan subsidi ekspansi batu bara dan gas di dalam negeri. Anggaran federal tahun ini berisi sekitar A$50 miliar dalam bentuk subsidi bahan bakar fosil, termasuk A$41 miliar untuk skema kredit pajak bahan bakar yang terkenal di atas perkiraan sebelumnya.
Skema pajak bahan bakar pemerintah memungkinkan keringanan pajak untuk kendaraan-kendaraan berat, termasuk yang digunakan dalam operasi pertambangan.
"Sementara, kita semua membayar sekitar A$0,46 dalam bentuk pajak untuk setiap liter bahan bakar yang kita beli, skema kredit pajak bahan bakar berarti perusahaan pertambangan multinasional seperti Glencore dan BHP mendapatkan pengembalian dana 100% untuk pajak bahan bakar mereka," kata McFadzean.
Ia mengatakan skema kredit pajak bahan bakar mendorong polusi iklim, menghambat inovasi dan membebani pembayar pajak Australia sekitar A$10 miliar per tahun. Hal ini memberikan insentif yang salah bagi perusahaan untuk mencemari lingkungan.
Australia tetap menjadi penghasil polusi tenaga batu bara tertinggi per kapita di negara-negara G20. Australia menghasilkan lebih dari tiga kali lipat emisi rata-rata global yang dikeluarkan dari produksi dan konsumsi batu bara. Sekitar 47% atau 130,9 terawatt-hour listrik negara ini masih berasal dari tenaga batu bara.
