Pertamina EP Cari Tambahan Produksi dari Pengeboran Jatibarang Field

Pertamina EP berharap dapat tambahan produksi minyak dari pengeboran Jatibarang Field sebesar 300 barel minyak per hari (BOPD).
Image title
Oleh Febrina Ratna Iskana
22 Oktober 2019, 13:53
Pertamina EP
ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga
Ilustrasi, proses pengeboran sumur migas. Pertamina EP mulai mengebor sumur di Jatibarang Field untuk menambah produksi minyak hingga 300 BOPD.

Pertamina EP (PEP) berusaha mencapai target produksi minyak tahun ini sebesar 85 ribu barel minyak per hari (BOPD). Untuk mencapainya, perusahaan melaksanakan pengeboran sumur di Asset 3 Jatibarang Field.

PEP melaksanakan pengeboran di sumur RDG-PJ yang berlokasi di Desa Panjalin Kecamatan Sumberjaya Kabupaten Majalengka. Pengeboran RDG-PJ dimulai sejak 5 Oktober 2019 dan telah mencapai kedalaman 970 meter dari target kedalaman 1.978 meter.

Jatibarang Field Manager Hari Widodo berharap pengeboran sumur RDG-PJ dapat memberikan hasil terbaik bagi perusahaan.“Kami berharap agar pemboran dapat berjalan lancar, selesai tepat waktu, dan dapat memberikan kontribusi bagi APBD,” ujar Hari seperti dilansir dari wesbite resmi SKK Migas pada Selasa (22/10).

(Baca: Kementerian ESDM Minta Kontraktor Percepat Produksi Migas)

Anak usaha Pertamina tersebut menargetkan pengeboran sumur RDG-PJ dapat menambah produksi minyak sebesar sebesar 300 BOPD. Saat ini, PEP Jatibarang Field mengelola wilayah operasi di Kabupaten Indramayu, Cirebon, dan Majalengka, dengan angka produksi minyak sebesar 7.940 BOPD dan gas sebesar 41,4 juta standar kaki kubik per hari (MMscfd).

 

 

Adapun hingga 30 September 2019, realisasi produksi siap jual (lifting) minyak PEP sebesar 80.984 BOPD atau mencapai 95,27% dari target APBN tahun ini sebesar 85 ribu BOPD. Sedangkan realisasi lifting gas sebesar 750 MMscfd atau 92,59% dari target APBN sebesar 810 MMscfd.

Sedangkan realisasi investasi Pertamina EP hingga akhir September baru mencapai US$ 406 juta. Perusahaan memproyeksi dalam dua bulan ke depan, realisasi investasi hanya mencapai US$ 661 juta dari target tahun ini sebesar US$ 669 juta. 

(Baca: Ada Inovasi Baru, Pertamina EP Optimistis Tingkatkan Cadangan Migas)

 

Video Pilihan

Artikel Terkait