Demi Lifting Minyak, SKK Migas Harap AMDAL Blok Cepu Segera Terbit

Image title
7 Februari 2020, 18:59
lifting, skk migas, blok cepu
Katadata
Ilustrasi, Blok Cepu. Satuan Kerja khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak (SKK Migas) berharap revisi Analisis Dampak Lingkungan (AMDAL) BloK Cepu bisa segera terbit demi mencapai targer lifting migas tahun ini.

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi atau SKK Migas berharap revisi Analis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) Blok Cepu segera terbit. Dengan begitu, ExxonMobil selaku operator blok tersebut bisa segera memacu produksi minyak untuk mencapai lifting migas tahun ini.

Deputi Operasi SKK Migas Julius Wiratno menjelaskan mekanisme revisi AMDAL sebenarnya sudah dijalankan oleh ExxonMobil yang disaksikan oleh Direktur Jenderal (Ditjen) Migas. Namun, Pemerintah Kabupaten Bojonegoro belum juga memberikan lampu hijau untuk peningkatan produksi dari blok tersebut. 

"Mekanisme uji teknis High Rate Test (HRT) sudah dan disaksikan oleh Ditjen Migas. Rapat Teknis juga sudah selesai, tetapi masih kurang sedikit terkait rapat dan dampak sosial yang harus didukung penuh oleh Pemkab Bojonegoro, masih diusahakan oleh KLHK," kata Julius kepada Katadata.co.id, Jumat (7/2).

Jika revisi AMDAL terbit, maka kapasitas produksi Blok Cepu bisa mencapai 235 ribu barel minyak per hari (BOPD). Angka tersebut naik dari kapasitas produksi saat ini sebesar 220 ribu bopd.

(Baca: Produksi Blok Cepu dalam 14 Tahun Setara POD, Jumlahnya 357 Juta Barel)

"Semakin cepat semakin bagus, tetapi tetap harus koordinasi dengan Pemkab Bojonegoro," ujar Julius.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Arifin Tasrif meminta Pemda Bojonegoro dapat segera mengeluarkan rekomendasi AMDAL terkait peningkatan kapasitas produksi di Blok Cepu.

"Kami harapkan AMDAL ini segera dikeluarkan. Untuk itu kami akan melakukan komunikasi dengan Pemda," ujar Arifin.

Menurut Arifin, persetujuan revisi AMDAL Blok Cepu penting untuk meningkatkan produksi minyak. Apalagi, pemerintah menargetkan produksi 1 juta barel minyak per hari pada 2025.

Berdasarkan data SKK Migas, lifting migas hingga 30 Desember 2019 hanya mencapai 1,794 juta barel setara minyak per hari (boepd). Realisasi tersebut hanya mencapai 88,63 % dari target lifting dalam Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) 2019 sebesar 2 juta boepd.

Rinciannya, lifting minyak sebesar 735,219 bopd atau 94,8 % dari target 775 ribu bopd. Sedangkan lifting gas 5.934 juta kaki kubik per hari (MMscfd) atau 84,7 % dari yang sudah dipatok APBN sebesar 7.000 MMscfd.

Untuk tahun ini, pemerintah menargetkan lifting minyak mencapai 755 ribu bopd dan gas bumi 1.191 boepd. Sehingga, total target lifting migas bumi 2020 mencapai 1.946 boepd.

Advertisement

(Baca: Menteri ESDM Minta Pemda Bojonegoro Segera Terbitkan Amdal Blok Cepu)

Reporter: Verda Nano Setiawan
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait