Kurangi Antrean Penumpang di Stasiun Bogor, Pemerintah Bantu 150 Bus

Setiap hari Senin pagi pukul 05.00 WIB, penumpang KRL dapat berangkat menuju Jakarta menggunakan 150 bus bantuan Kemenhub dan Pemprov DKI Jakarta.
Image title
12 Juli 2020, 18:24
antrean penumpang krl, bantuan bus, stasiun bogor, jakarta
ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/wsj.
Untuk mengurangi panjangnya antrean penumpang KRL di Stasiun Bogor, setiap Senin pagi pemerintah akan mengerahkan 150 bus untuk mengangkut penumpang menuju Jakarta.

Pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memberikan bantuan 150 unit bus setiap Senin pagi untuk mengurangi panjangnya antrean penumpang Commuterline atau kereta rel listrik (KRL) di Stasiun Bogor yang akan menuju ke Ibu Kota.

Bantuan bus ini akan mulai beroperasi Senin (13/7), yakni dari pemerintah pusat melalui Kementerian Perhubungan sebanyak 75 unit bus, dan dari Pemprov DKI Jakarta 75 unit bus.

Wali Kota Bogor Bima Arya Sugiarto menjelaskan bahwa dari 150 unit bus yang dioperasionalkan, sebanyak 140 bus akan berangkat dari Jalan Mayor Oking di samping Stasiun Bogor mulai pukul 05.00 WIB. Sedangkan 10 unit bus berangkat dari pool Damri di samping Mal Botani Square.

“Untuk pengaturan antrean dan pemberangkatan bus akan dibantu oleh personil dari Dinas Perhubungan dan Satpol PP,” kata Bima di Bogor, Minggu (12/7).

(Baca: Dewan Transportasi Jakarta Sebut KCI Sudah Optimal Urai Kerumunan KRL)

Adapun bus bantuan tersebut akan berhenti di sejumlah stasiun tujuan di Jakarta, yakni Stasiun Juanda, Stasiun Manggarai, Stasiun Cikini, Stasiun Tebet, Stasiun Tanah Abang, dan Stasiun Sudirman.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Bogor, Eko Prabowo, menambahkan, untuk ketertiban dan kelancaran pemberangkatan bus bantuan, maka akan diberlakukan antrean sebelum menaiki bus. "Bus yang berangkat dari Jalan Mayor Oking juga sudah ditentukan tujuannya ke ke stasiun mana," katanya.

Eko menjelaskan, antrean untuk menaiki bus akan dibuat kelompok-kelompok sekitar 100 orang per kelompok, yang kemudian diizinkan menaiki bus. "Setelah 100 orang naik dan penumpang penuh, bus diizinkan jalan. Kemudian, 100 orang dari kelompok berikutnya diizinkan naik ke bus lagi," katanya.

(Baca: KRL Padat, Pemerintah Atur Jam Kerja Karyawan di Jabodetabek)

Menurut dia, antrean menuju ke bus juga menerapkan protokol kesehatan yakni menjaga jarak sekitar satu meter pada setiap pengantre. Bagi penumpang yang tidak kebagian bus mau tidak mau harus menggunakan KRL.

Seperti diketahui antrean penumpang mengular di Stasiun Bogor setiap Senin pagi, sekitar pukul 05.00-07.00 WIB, sejak tiga pekan lalu. Penyebabnya yaitu ketidaksesuaian kapasitas KRL dengan jumlah warga Kota Bogor dan sekitarnya yang akan berangkat ke Jakarta pada jam tersebut.

Hal ini lantaran PT Kereta Commuter Indonesoa (KCI) masih membatasi jumlah penumpang KRL yakni maksimal 72 orang per gerbong untuk mencegah penularan Covid-19.

(Baca: Panduan Normal Baru untuk Penumpang KRL Commuter Line)

Reporter: Antara

Video Pilihan

Artikel Terkait