Tingkat Transmisi Covid-19 RI 0,59%, di Bawah Rata-rata Dunia 0,94%

Tingkat transmisi Covid-19 Indonesia terus turun di bawah rata-rata global, namun sejumlah daerah masih memiliki tingkat transmisi hingga di atas 1%.
Image title
20 September 2021, 18:27
covid-19, ppkm, airlangga hartarto
ANTARA FOTO/Basri Marzuki/rwa.
Petugas menunjukkan cara penggunaan aplikasi PeduliLindungi kepada warga yang akan memasuki kawasan pusat perbelanjaan di Palu, Sulawesi Tengah, Rabu (8/9/2021).

Pemerintah mengklaim bahwa kondisi penyebaran Covid-19 di Indonesia terus menunjukkan perbaikan. Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, hal ini terindkasi dari rasio transmisi yang jauh di bawah rata-rata global dan lebih baik dari sejumlah negara maju.

Airlangga menyebut rasio transmisi Covid-19 Indonesia pada 14 September sebesar 0,59%, ini sebagaimana data yang ia kutip dari Ourworldindata, jauh di bawah rata-rata global 0,94% dan sejumlah negara maju seperti Australia 1,14% dan Amerika Serikat (AS) 1,03%.

"Penilaian di bawah 1% ini menandakan bahwa angka infeksi komunitas dan pandemi ini mulai terkendali," kata Airlangga dalam Konferensi Pers Perkembangan PPKM, Senin (20/9).

Dia juga membandingkan tingkat transmisi RI dengan sejumlah negara tetangga yang menghadapi lonjakan kasus lebih parah dalam beberapa pekan terakhir. Malaysia tercatat memiliki transmisi 0,95%, Thailand 0,9%, Tiongkok 1,53%, Singapura bahkan berkali lipat dari Indonesia yakni 1,81%.

Namun Airlangga juga menyoroti tingkat transmisi di luar Jawa Bali justru jauh di atas rata-rata nasional. Sumatera 0,99%, Kalimantan, Bali dan Papua antara 1,0% hingga 1,2%. Kemudian Sulawesi, Nusa Tenggara dan Maluku memiliki rasio 1,01% hingga 1,03%.

"Walaupun mulai terkendali masih ada risiko peningkatan kasus yang diakibatkan oleh peningkatan mobilitas. Sehingga kita masih perlu berhati-hati dan waspada," kata Airlangga.

Pemerintah mengumumkan kembali memperpanjang PPKM di seluruh wilayah baik Jawa-Bali maupun di luar dua wilayah tersebut selama dua minggu hingga 4 Oktober mendatang. Skema evalusi PPKM di Jawa-Bali akan berubah, dari semula diumumkan seminggu sekali menjadi dua minggu sekali dengan dilakukan evaluasi sekali seminggu.

Pemberlakuan PPKM di Jawa-Bali terus membaik, dari pekan lalu menerapkan PPKM level 4 di tiga Kabupaten atau kota, kini seluruhnya sudah keluar dari level 4. Sementara itu, tersisa 10 daerah di luar Jawa-Bali yang menerapkan PPKM.

Sejumlah ketentuan diperlonggar, untuk pelaksaan PPKM Level 3 mal mulai diberlakukan dari jam 10.00-21.00 dengan kapasitas maksimal 50% dan melalui proses screening melalui aplikasi PeduliLindungi. Begitu juga kunjungan ke bioskop sudah dibuka dengan kapasitas maksimum 50% .

Aktivitas di sejumlah pusat perbelanjaan dan mal juga mulai dibuka untuk anak-anak di bawah 12 tahun. Namun kebijakan ini baru akan diuji coba secara terbatas di sejumlah wilayah Jawa-Bali, antara lain Jakarta, Bandung, Semarang, DI Yogyakarta dan Surabaya.

Pertandingan Liga 2 juga akan kembali digelar. Namun kegiatan ini hanya diperbolehkan di wilayah level 3 dan 2 dan dengan maksimal 8 pertandingan per minggu. Selain itu, ini juga hanya diberlakukan untuk wilayah Jawa-Bali.

Reporter: Abdul Azis Said

Masyarakat dapat mencegah penyebaran virus corona dengan menerapkan 3M, yaitu: memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak sekaligus menjauhi kerumunan. Klik di sini untuk info selengkapnya.
#satgascovid19 #ingatpesanibu #pakaimasker #jagajarak #cucitangan

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait