Gara-gara Aksi Ambil Untung Investor, IHSG Ditutup Turun 1,08%

Investor lakukan profit taking setelah selama sepekan terakhir IHSG melesat naik lebih dari 4%. Investor asing jual saham Rp 302,73 miliar.
Image title
28 Mei 2019, 18:20
Suasana Bursa Efek Indonesia
Ajeng Dinar Ulfiana | KATADATA
Suasana Bursa Efek Indonesia

Indeks harga saham gabungan (IHSG) gagal melanjutkan tren positifnya dan kembali terkoreksi lebih dari 1% pada penutupan perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) Selasa (28/5). IHSG hari ini ditutup dengan koreksi 65,83 poin atau 1,08% ke posisi 6.033,14.

Selama sepekan terakhir pasca pengumuman hasil rekapitulasi suara Pemilu dan Pilpres 2019, IHSG memang telah menguat cukup signifikan hingga 272,11 poin atau 4,67% dari posisi 5.826,87 pada Jumat (17/5) menjadi 6.098,97 pada Senin (27/5).

Sehingga investor merealisasikan keuntungan yang sudah terbentuk selama sepekan terakhir. "Untuk hari ini indeks tertekan karena aksi profit taking," kata Analis Indopremier Sekuritas Mino di Jakarta, Selasa (28/5), dilansir dari Antara.

Mengawali perdagangan hari ini dari zona hijau dengan naik tipis 0,05%, IHSG sempat memperlebar penguatannya menjadi 0,33% ke posisi 6.098,97. Namun setelah itu IHSG berbalik ke zona merah hingga penutupan perdagangan. Pada sesi I, IHSG telah berada pada posisi 6.077,35 atau terkoreksi 0,35%.

Advertisement

(Baca: Dibuka Naik 0,05%, IHSG Berpeluang Lanjutkan Tren Positif)

Total perdagangan saham sepanjang hari ini tercatat mencapai Rp 17,09 triliun dari 18,32 miliar saham yang ditransaksikan sebanyak 458.962 kali oleh investor. Sebanyak 264 saham terkoreksi, 151 saham naik, dan 121 saham stagnan.

Koreksi pada IHSG terutama didorong oleh saham-saham di sektor infrastruktur yang anjlok 2,38%, kemudian sektor keuangan turun 1,72%, dan sektor konsurmer yang turun 1,16%. Hanya dua indeks sektoral yang berakhir lebih tinggi yakni industri dasar naik 0,88% dan pertanian 0,35%.

Lima saham yang paling signifikan menekan laju IHSG yaitu saham PT Bank Mandiri Tbk. (BMRI) yang anjlok 4,53%, PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BBRI) turun 2,81%, PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. (TLKM) 3,4%, PT Bank Negara Indonesia Tbk. (BBNI) anjlok 6,32%, serta PT Gudang Garam Tbk. (GGRM) 3,76%.

Dana asing juga mengalir keluar dari pasar saham domestik. Investor asing membukukan penjualan bersih saham sebesar Rp 302,73 miliar, yakni Rp 297,57 miliar di pasar reguler dan Rp 5,16 miliar di pasar negosiasi/tunai.

(Baca: BEI Kaji Harga Saham Startup di Papan Akselerasi Bisa Rp 1 per Lembar)

Tercatat ada lima saham yang dilepas asing dengan nilai lebih dari Rp 100 miliar. Kelima saham tersebut yaitu saham TLKM Rp 314,3 miliar, BBNI Rp 285,4 miliar, PT Tower Bersama Infrastructure Tbk. (TBIG) Rp 281,8 miliar, saham BBRI Rp 251,5 miliar, dan PT Unilever Indonesia Tbk. (UNVR) Rp 104,9 miliar.

Sementara itu bursa saham di kawasan Asia mayoritas berakhir pada posisi yang lebih tinggi. Indeks Shanghai naik 0,61%, Hang seng naik 0,38%, Nikkei 0,37%, Kospi 0,23%, PSEi 0,47%, dan KLCI 0,83%. Hanya Strait Times yang sejalan dengan IHSG, terkoreksi 0,17%.

Reporter: Happy Fajrian
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait