Viral Saat Bagi Kaos, Ini Tingkah Puan Maharani yang Kontroversi

Ketua DPR RI sekaligus Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani kembali menjadi perbincangan di sosial media setelah videonya saat membagikan kaos viral
Ira Guslina Sufa
28 September 2022, 20:33
Kontroversi Puan Maharani
ANTARA/HO-PDIP.
Ketua DPR RI sekaligus Ketua DPP PDI Perjuangan (PDIP) Puan Maharani saat berkuda bersama Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Minggu (4/9/2022). ANTARA/HO-PDIP.

Ketua DPR RI sekaligus Ketua DPP PDI Perjuangan Puan Maharani kembali menjadi perbincangan di sosial media. Hal ini lantaran ekspresi serta gesturnya yang dianggap tidak tepat ketika membagikan kaos di daerah Jawa Barat.

Aksi puan terlihat kaku dan tanpa senyum dinilai warganet tidak mencerminkan sosok pemimpin yang dekat dengan rakyat. Namun, argumen itu dibantah oleh petinggi partai banteng,

Menanggapi kabar tersebut, Ketua DPP PDI Perjuangan Said Abdullah mengatakan dalam agenda tersebut, Puan bukan marah. Putri Megawati Soekarnoputri itu justru kaget karena yang membagikan kaos seharusnya bukan pengawal pribadi. Menurut Said dalam keseharian Puan justru pribadi yang ramah.

“Mba Puan itu sangat familiar, sangat humble kalau ketemu sama masyarakat,” ujar Said di kompleks parlemen Senayan.

Advertisement

Selama ini tingkah polah Puan memang sering mendapat sorotan publik. Berikut beberapa tingkah Puan yang pernah mencuri perhatian

 Tanam Padi Hujan-Hujanan

Pada November 2021, Puan pernah disorot saat menanam padi di area persawahan Sendangmulyo, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY. Ia dsorot lantaran menanam padi meski saat itu turun hujan.

Tingkah Puan yang bertanam padi sambil menggunakan mantel hujan itu mendapat cibiran dari warganet termasuk Susi Pudjiastuti. Mantan Menteri Perikanan dan Kelautan itu menilai tindakan Puan tidak lazim.

"Biasanya petani menanam padi tidak hujan hujanan," kata Susi lewat akun Twitter miliknya, @susipudjiastuti.

 Puan Maharani matikan microphone

Salah satu tingkah Puan yang cukup santer dibicarakan di kalangan politisi adalah saat ia mematikan microphone anggota dewan, Sebagai pimpinan sidang, Puan pernah mematikan mikrofon pada saat anggota DPR fraksi PKS, Amin AK sedang berbicara tentang sanksi bagi Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT).

Saat itu Puan menampik berniat mematikan pengeras suara untuk melarang anggota dewan bicara, Mikrophone itu dimatikan karena saat itu rapat sudah mau selesai tetapi ternyata masih ada anggota dewan yang ingin bicara.

Digugat Ormas Minang

Pada September 2020 Puan Maharani pernah dilaporkan oleh Persatuan Pemuda Mahasiswa Minang atau PPMM. Hal itu dipicu pernyataan Puan yang dianggap menyinggung perasaan masyarakat Minang dalam pidato saat menyatakan dukungan kepada pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumatera Barat Mulyadi dan Ali Mukhini.

Saat itu, Puan dianggap merendahkan masyarakat Sumatera Barat karena meminta masyarakat di sana untuk menjadi provinsi yang Pancasilais. Padahala menurut masyarakat SUmatera Barat, provinsi itu sudah menerapkan dan menjadi bagian tak terpisahkan dari NKRI yang mendukung pancasila.

 

Puan Sarankan Impor Guru Asing

Saat masih menjabat sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, pada 2019 Puan pernah menyarankan agar dilakukan impor guru asing. Wacana itu ia lontarkan dalam rangka perbaikan kualitas pendidikan di Tanah Air.

Namun, karena menuai kontroversi kebijakan itu tidak jadi dilaksanakan. Bahkan Puan meralat ucapannya dengan menyatakan pemerintah akan mengundang guru dari luar negeri untuk melatih tenaga pendidik dalam negeri.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait