Bursa Saham Asia Berguguran di Tengah Kekhawatiran Virus Corona

Indeks CSI 300 di Tiongkok anjlok lebih dari 3%. IHSG yang sempat menguat di awal perdagangan ikut jatuh ke zona merah.
Image title
30 Januari 2020, 14:21
Virus Corona, Bursa Saham, Penyebaran Virus Corona, IHSG hari ini
ANTARA FOTO/M Agung Rajasa
Penumpang menggunakan masker saat keluar dari terminal kedatangan Internasional di Bandar Udara Internasional Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat, Senin (27/1/2020).

Mayoritas indeks di bursa saham Asia tertahan di zona merah seiring meningkatnya kekhawatiran akan virus corona dan dampaknya terhadap perekonomian. Indeks CSI 300 di Tiongkok anjlok lebih dari 3%. Sedangkan dari dalam negeri, indeks harga saham gabungan (IHSG) melorot ke zona merah setelah sempat menguat di awal perdagangan.

Saat berita ini ditulis, indeks CSI di TIongkok tercatat anjlok paling dalam yaitu 3,1%, diikuti indeks Hang Seng di Hong Kong 2,19%. Indeks Nikkei 225 dan Topix di Jepang juga anjlok masing-masing 1,72% dan 1,48%. Indeks di negara berkembang Asia juga turun, tercermin dari MSCI AC Asia Pacific yang terkoreksi 0,2%.

Secara khusus, IHSG hanya mampu bertengger di zona hijau sekitar 30 menit awal perdagangan, setelah itu jatuh ke zona merah. IHSG ditutup di level 6.083 pada sesi pertama, turun 0,48% dari penutupan perdagangan kemarin. Saat berita ini ditulis, IHSG masih tertahan di zona merah.

(Baca: Wuhan Diisolasi, RI Gandeng Australia dalam Proses Evakuasi WNI)

Advertisement

Reuters memberitakan, organisasi kesehatan dunia (WHO) akan mengadakan pertemuan hari ini guna menilai kembali apakah penyebaran virus corona sudah masuk dalam kategori darurat global. Pertemuan ini menyusul peningkatan cepat korban meninggal akibat virus tersebut.

Jumlah korban meninggal di Tiongkok saja bertambah sebanyak 38 orang dalam semalam menjadi total 170 orang. "Wabah virus Wuhan membayangi prospek industri manufaktur dan pemulihan belanja modal, dan ini terjadi sesaat setelah berlalunya awan perang dagang AS-Tiongkok," kata Analis Maybank Kim Eng seperti dikutip Reuters.

(Baca: Kesepakatan Dagang Tahap I AS-Tiongkok Masih Penuh Risiko)

Ia memperingatkan, negara yang lebih terbuka dan bergantung pada perdagangan dan pariwisata Tiongkok kemungkinan akan merasakan dampak negatif.

Di sisi lain, Direktur Riset dan Investasi Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus menyebut faktor yang juga mempengaruhi pergerakan di pasar saham hari ini adalah keputusan bank sentral AS mempertahankan suku bunga acuannya.

Sedangkan faktor dalam negeri, yakni data realisasi investasi 2019. Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi sebesar Rp 809,6 triliun di sepanjang 2019, dengan penyerapan tenaga kerja sebanyak 1 juta orang. Penyerapan tenaga kerja ini diakui Kepala BKPM belum maksimal.

Berdasarkan analisis teknikal, Nico memprediksikan koreksi pada IHSG hari ini. "IHSG memiliki peluang bergerak melemah terbatas di-trading-kan pada level 6.065 hingga 6.152," kata dia dalam riset tertulisnya.

(Baca: Tiga Wadah Investasi Paling Berprospek Tahun Ini)

Pada sesi pertama di bursa domestik, tercatat sebanyak 137 saham ditutup menguat, 228 saham yang terkoreksi, dan 117 saham bergerak stagnan. Indeks sektor aneka industri turun 2,09% dan menjadi salah satu penekan IHSG. Salah satu penyebabnya adalah saham Astra International ASII yang turun 2,56% menjadi Rp 6.650.

Adapun investor asing tercatat masih membukukan pembelian bersih pada sesi pertama, meskipun tipis yakni hanya Rp 30,92 miliar di seluruh pasar. Sedangkan di pasar reguler, investor asing tercatat membukan penjualan bersih saham Rp 9,8 miliar.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait