Meski Pandemi, Imunisasi Rutin Harus Terus Dilakukan

Pemerintah telah menyiapkan protokol kesehatan pelayanan imunisasi mulai dari pengaturan kedatangan hingga vaksinasi drive thru.
Image title
Oleh Arie Mega Prastiwi - Tim Riset dan Publikasi
18 Oktober 2020, 13:15
Seorang dokter mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) saat melakukan imunisasi kepada anak di Puskesmas Cisalak Pasar, Depok, Jawa Barat, Rabu (24/6/2020). Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengajak orang tua agar tidak menunda pemberian imunisasi pada an
ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha/aww.

Pandemi Covid-19 telah membuat sejumlah perubahan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Sejauh ini, gerakan 3M, (memakai masker, menjaga jarak dan mencuci tangan) dinilai sebagai gerakan menghentikan penularan paling efektif memutus mata rantai penularan virus Corona. Namun, meski harus menjaga jarak, sejumlah kebutuhan kesehatan dasar, seperti imunisasi rutin, tetap wajib dilakukan dengan protokol kesehatan.

Kementerian Kesehatan juga telah menyusun berbagai macam protokol kesehatan dalam pelayanan imunisasi rutin. Misalnya pengaturan kedatangan, penggunaan masker, pembatasan sosial, hingga petugas kesehatan memakai Alat Pelindung Diri (APD).

Hal itu diungkapkan oleh dr. Dirga Sakti Rambe, M.Sc, Sp.PD, Dokter Spesialis Penyakit Dalam dan Vaksinolog dalam forum dialog ‘Lindungi Diri Saat Pandemi’ yang diselenggarakan di Media Center Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), Sabtu (17/10/2020).

Sekalipun pandemi, kata dr. Dirga, imunisasi rutin harus jalan terus. “Ini tidak boleh terjadi, jika cakupan imunisasi turun maka kita akan menghadapi outbreak (wabah) di tengah pandemi Covid-19. Imunisasi rutin harus tetap berjalan,” ujarnya.

Ada vaksinasi drive thru dan petugas datang ke rumah. “Keluarga kita harus mendapatkan imunisasi di masa pandemi. Kita harus sadar bahwa imunisasi  tanggung jawab sosial, bukan soal melindungi diri sendiri,” ujarnya. Menurut dr. Dirga, imunisasi rutin tidak hanya dilakukan untuk balita dan anak-anak, tetapi juga orang dewasa.

Pemerintah dengan sungguh-sungguh terus memastikan setiap warga negaranya terlindungi. Menjaga tetap berlangsungnya layanan imunisasi rutin salah satunya.  Sebelumnya, dr. Reisa Brotoasmoro menyebut pandemi membuat orang tua urung mengimuniasi anak-anaknya.

"Kami tegaskan lagi Posyandu, Puskesmas, rumah sakit, klinik dan pos imunisasi lainnya telah diwajibkan menerapkan protokol kesehatan yang ketat, dan tetap memberi pelayanan selama masa pandemi," kata Reisa pada awal Oktober lalu.

Imunisasi dasar lengkap pada anak, katanya, bertujuan mencegah agar tidak terjadinya wabah penyakit lain. Raisa juga mengingatkan untuk disiplin menerapkan protokol kesehatan 3 M yang ketat, yakni memakai masker, menjaga jarak dan menghindari kerumuan serta mencuci tangan dengan sabun saat membawa anak ke pusat pelayanan imunisasi.

Untuk memutus penularan virus, #satgascovid19 menggandeng grup musik Padi Reborn untuk menyebarluaskan kampanye #ingatpesanibu. Mereka meluncurkan lagu pendek berjudul Ingat Pesan Ibu. Lagu berdurasi 30 detik ini mengkampanyekan #pakaimasker, #cucitanganpakaisabun, dan #jagajarakhindarikerumunan. Kampanye ini diharapkan agar masyarakat patuh terhadap protokol kesehatan sebagaimana seorang anak patuh terhadap pesan dari ibunya.

Video Pilihan

Artikel Terkait