Fungsi Protein Bagi Tubuh Lengkap dengan Jenis-jenisnya

Protein merupakan senyawa penting yang memiliki banyak kegunaaan. Fungsi protein antara untuk menghasilkan enzim dan hormon, memperbaiki sel, meningkatkan kekebalan tubuh, dan lain sebagainya.
Image title
28 Desember 2021, 15:35
Fungsi Protein Bagi Tubuh yang Penting untuk Diketahui
Couleur/Pixabay
Telur termasuk dalam salah satu makanan yang mengandung protein tinggi

Salah satu fungsi protein adalah menghasilkan enzim dan hormon yang dapat menjaga fungsi sel dan organ tubuh. Selain itu, protein memiliki fungsi utama sebagai zat untuk memperbaiki jaringan sel agar dapat bekerja dengan optimal.

Protein adalah nurtisi yang ditemukan di seluruh tubuh termasuk tulang, kulit, otot, dan rambut. Protein terdiri atas bahan pembangun yang dikenal dengan nama asam amino. Ada kurang lebih 20 jenis asam amino, 9 asam amino termasuk esensial dan 11 sisanya termasuk asam amino non esensial.

Asam amino dapat dihasilkan tubuh tanpa asupan makanan. Akan tetapi, asam amino yang dihasilkan tubuh merupakan jenis asam amino non esensial. Maka dari itu, untuk mendapatkan asam amino esensial, kita harus mengkonsumsi makanan tertentu.

Jenis-jenis Protein

Dalam tubuh ternyata ada beberapa jenis protein dengan fungsi yang berbeda. Mengutip dari halodoc.com, berikut tujuh jenis protein.

Advertisement

1. Protein Enzim

Jenis protein ini diperlukan dalam proses reaksi kimia. Fungsi ini ditunjang karena protein ini menghasilkan enzim. Misalnya, enzim untuk mengubah karbohidrat, protein, dan lemak menjadi bentuk yang lebih sederhana.

2. Protein Struktural

Protein ini diperlukan untuk mempertahankan struktur dan membangun konstruksi tubuh di tingkat sel. Fungsi protein bagi sel ini yaitu untuk memberikan struktur dan mendukung sel.

3. Protein Hormon

Jenis protein ini bertugas untuk mengatur tindakan dan fungsi hormon dalam tubuh. Hormon memberikan peran sebagai pembawa pesan kimia dalam tubuh lewat darah.

4. Protein Antibodi

Protein antibodi disebut juga sebagai protein defensif. Protein ini berguna untuk mengikat partikel asing seperti virus dan bakteri serta untuk melindungi tubuh.

5. Protein Transport

Fungsi protein transport yaitu untuk mengikat dan membawa atom serta molekul kecil di dalam sel dan ke seluruh tubuh. Misalnya hemoglobin yang betugas untuk mengikat oksigen dan mengantarkan ke jaringan yang membutuhkan.

6. Protein Pengikat

Protein ini bertugas untuk menyimpan asam amino dan ion logam dalam tubuh. Protein ini juga berguan sebagai cadangan makanan yang menghasilkan energi jika dibutuhkan tubuh.

7. Protein Penggerak

Sesuai namanya, fungsi protein ini yaitu untuk menggerakan otot dalam tubuh. Misalnya mengatur kekuatan dan kecepatan jantung bergerak dan otot ketika berkontraksi.

Fungsi Protein Bagi Tubuh

Kita mungkin sering mendengar makanan mengandung protein memiliki banyak manfaat bagi tubuh. Selain sebagai nutrisi, protein juga memiliki beragam fungsi lain yang penting untuk tubuh. Melansir dari sehatq.com, berikut beberapa fungsi protein bagi sel dan bagian tubuh lain.

1. Membangun dan memelihara jaringan

Fungsi protein yang pertama yaitu untuk membangun dan memelihara jaringan tubuh. Jumlah protein yang diserap oleh tubuh untuk pemeliharaan dan bergantung pada kesehatan tubuh.

Misalnya seseorang yang tengah menjalani pemulihan setelah operasi atau kecelakaan. Protein dalam jumlah besar akan dibutuhkan ketika tubuh sedang sakit dan untuk ibu hamil serta menyusui.

2. Mempercepat reaksi kimia

Fungsi lain dari protein yaitu dapat mempercepat reaksi kimia. Fungsi protein ini dijalankan oleh kombinasi molekul dalam sel yang disebut dengan substrat. Selain itu, beberapa enzim juga bisa bekerja sama dengan vitamin dan mineral.

Beberapa sistem dalam tubuh sangat bergantung pada fungsi enzim. Misalnya sistem pencernaan, produksi energi, pembekuan darah, hingga kontraksi otot.

3. Alat komunikasi antar bagian tubuh

Fungsi protein bagi tubuh lainnya yaitu menjadi alat komunikasi antar bagian tubuh. Selain enzim, beberapa protein juga bisa berguna sebagai hormon yang beperan membawa pesan antar sel, jaringan, dan organ.

Hormon diproduksi dan dikeluarkan oleh kelenjar endokrin, kemudian diangkat ke jaringan atau organ yang menjadi terget. Pengangkutan tersebut dilakukan melalui aliran darah.

Secara umum, hormon dikategorikan dalam tiga kelompok utama, yaitu protein atau peptida, steroid, dan turunan asam amino. Peptida membentuk sebgain besar hormon dalam tubuh. Contohnya, inslusin untuk menyerap glukosa, glukagon untuk memecah glukosa dalam hari, hingga human growth hormone untuk pertumbuhan jaringan.

4. Membentuk struktur tubuh

Beberapa jenis protein juga diketahui dapat membangun sel dan jaringan agar kuat. Protein berperan dalam struktur tubuh berupa keratin, kolagen, dan elastin. Protein tersebut bisa membentuk kerangka struktur tertentu supaya saling terkait.

Keratin ini ditemukan pada kulit, rambut, dan kuku. Sementara protein kolagen banyak ditemukan di tubuh dan mendukung kesehatan struktur tulang, tendon, ligamen, dan kulit. Untuk protein elastin dapat ditemukan di rahim, paru-paru, dan pembuluh darah.

5. Meningkatkan imun tubuh

Fungsi protein lainnya yaitu sebagai pembentuk imunoglobulin atau antibodi yang berguna untuk melawan infeksi. Dengan adanya antibodi, maka tubuh akan terlindungi dari benda asing yang menyebabkan penyakit, termasuk bakteri dan virus.

6. Mengangkut dan menyimpan nutrisi

Berbagai nutrisi yang masuk ke dalam tubuh akan disebarkan oleh protein pengangkut menuju sel. Proses pengangkutan dilakukan lewat aliran darah. Nutrisi yang diangkut antara lain; vitamin, mineral, gula darah, kolesterol, dan oksigen.

Selain mengangkut nutrisi, protein juga berguna untuk menyimpan zat gizi. Contohnya, ferritin untuk menyimpan zat besi.

7. Memelihara keseimbangan asam basa dalam tubuh

Fungsi protein juga bisa membantu menyeimbangkan asam basa di dalam tubuh. Nilai pH dalam setiap organ tubuh akan berbeda. Misalnya pH normal di asam lambung yaitu 2, sedangkan pada darah pH normal 7,4.

Jika nilai tersebut berubah tentu akan menyebabkan gangguan pada organ tersebut. Maka dari itu, butuh senyawa yang untuk mengatur dan menjaga keseimbangan pH tersebut. Senyawa tersebut yaitu protein.

 

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait