Badan Gizi Nasional (BGN) menutup 10 unit satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG). Kepala BGN Dadan Hindayana menyebut hal ini karena SPPG tersebut menjadi penyebab terjadinya keracunan di program MBG.
Program Makan Bergizi Gratis yang dijalankan Badan Gizi Nasional telah menjangkau lebih dari 55 juta anak di seluruh Indonesia melalui lebih dari 19 ribu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Badan Gizi Nasional menjelaskan status kepegawaian SPPG dalam program MBG, di mana sebagian tenaga gizi dan akuntannya telah diangkat menjadi PPPK, dengan proses pengangkatan berlanjut hingga 2026.
Kepala Badan Gizi Nasional Dadan Hindayana memperkirakan perputaran dana Makan Bergizi Gratis (MBG) bisa mencapai Rp 1,2 triliun per hari saat penerima manfaat mencapai 83 juta.
Kepala BGN Dadan Hindayana meninjau pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SDN 01 Kalibaru, Jakarta Utara, yang digelar serentak oleh 19.188 SPPG di seluruh Indonesia.
Program Makan Begizi Gratis (MBG) telah menyasar 55,1 juta penerima selama tahun 2025 dan ditargetkan meningkat hingga 82,9 juta pada Februari 2026 dengan total anggaran mencapai Rp 335 triliun.
Makan Bergizi Gratis (MBG) dimulai lagi tahun depan pada 8 Januari 2026. Akhir tahun ini, MBG masih beroperasi pada 26-31 Desember 2025 untuk memenuhi gizi kelompok prioritas.