Pelemahan nilai tukar rupiah yang menembus Rp 18.000 per dolar AS menjadi tekanan serius bagi dunia usaha. Hal itu berpotensi mengganggu penyerapan tenaga, termasuk PHK, kerja bila berlangsung lama.
Pelemahan rupiah dan tekanan ekonomi global meningkatkan ancaman PHK oleh pelaku usaha, berpotensi mengubah krisis ekonomi menjadi krisis sosial yang lebih luas.
Tekanan pada rupiah dinilai mulai memicu gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK), terutama di perusahaan yang bergantung pada impor bahan baku dan komponen produksi.
Meta melakukan PHK terhadap 8.000 karyawan atau 10% tenaga kerja global untuk meningkatkan efisiensi dan mengalihkan fokus investasi ke pengembangan kecerdasan buatan (AI).
Bos ChatGPT mengkritik perusahaan yang menyalahkan AI atas gelombang PHK di AS. IA menyebutnya sebagai taktik pencucian citra atau AI washing untuk pembenaran keputusan.
Sektor industri dengan intensitas energi tinggi dinilai paling rentan terdampak lonjakan harga energi global, yang berpotensi memicu tekanan terhadap kinerja usaha hingga risiko PHK.
Asosiasi Industri Olefin, Aromatik, dan Plastik Indonesia (Inaplas) memastikan belum terjadi gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) di tengah seretnya pasokan bahan baku.