Ekonom BCA David Sumual menilai BI masih memiliki ruang untuk menaikkan suku bunga dalam rangka menjamin stabilitas dan daya tarik aset rupiah sekaligus menjangkar ekspektasi inflasi.
Nilai tukar rupiah dibuka melemah 43 poin di level 17.837 per dolar AS meski BI telah menaikkan suku bunga acuannya dalam keputusan RDG kemarin (18/6).
Gubernur BI Perry Warjiyo mengatakan langkah agresif kenaikan suku bunga dilakukan untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar rupiah di tengah tingginya ketidakpastian global.
Ketua Umum Perbanas Hery Gunardi mengatakan peluang kenaikan suku bunga acuan dalam RDG BI hari ini tampaknya kecil mengingat bank sentral sebelumnya sudah beberapa kali menaikkan suku bunga.
Kurs rupiah melemah jelang pengumuman suku bunga BI. Tekanan, antara lain datang dari sinyal kenaikan suku bunga yang diberikan Bank Sentral AS, The Federal Reserve dalam rapat FOMC.
Wall Street turun pada Rabu (17/6) tertekan kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS serta meningkatnya ekspektasi bahwa The Federal Reserve masih berpeluang menaikkan suku bunga tahun ini.
Dalam pertemuan pertama Kevin Warsh sebagai ketua, The Federal Reserve mempertahankan suku bunga acuan, tetapi memberikan sinyal bakal adanya kenaikan pada tahun ini.