Sejumlah emiten dalam konglomerasi Grup Astra bakal membagikan dividen interim menjelang akhir 2025. Salah satu yang akan membagikan dividen adalah induk usaha Grup Astra yakni PT Astra International
Perusahaan kelapa sawit, PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), telah menyerap anggaran belanja modal (capex) sebesar Rp 379 miliar hingga semester pertama 2024.
IHSG diperkirakan akan berfluktuatif pada rentang 7.650-7.700, dipengaruhi oleh rilis data AS dan pertumbuhan PDB di kawasan Eropa, serta perhatian pada data cadangan devisa Indonesia.
IHSG diprediksi melemah terpengaruh oleh rilis data PMI industri AS dan prospek ketenagakerjaan. Sehingga, analis merekomendasikan sejumlah saham yang bisa dikoleksi oleh investor.
PT Astra Agro Lestari Tbk atau AALI menyiapkan belanja modal sekitar Rp 1,5 triliun tahun ini. Paling banyak untuk penanaman kembali alias replanting pohon sawit 5.000 hektare.
Bursa Sawit akan segera diluncurkan, seiring dengan disetujuinya Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX) sebagai penyelenggara. Bagaimana pengaruhnya ke harga saham sawit?
Saham-saham emiten sawit terperosok seiring dengan harga minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil atau CPO yang jatuh. Salah satu penyebabnya karena faktor El Nino.
PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia memprediksi kinerja keuangan emiten CPO akan mendapatkan dukungan dari naiknya harga minyak sawit. Mirae menjagokan saham AALI, LSIP hingga NSSS.