Direktur Utama Indonesia Battery Corporation (IBC), Toto Nugroho, menyampaikan bahwa hampir 40–45 persen bahan baku baterai kendaraan listrik (EV) di dunia berasal dari Indonesia.
Presiden Donald Trump menerapkan tarif impor tambahan pada barang dari Cina, mempengaruhi investasi baterai kendaraan listrik di Indonesia dan meningkatkan minat Cina untuk menjadikan Indonesia.
IBC bertransformasi menjadi New Energy Materials Holding untuk optimalkan aset dan mengeksekusi proyek yang berhubungan dengan material baterai serta penghiliran BUMN.
IBC belum dapat membeli 5% saham di PT HLI Green Power karena belum menerima dokumen lengkap untuk valuasi dari LG Energy Solution, menghalangi rencana investasi yang telah disetujui dalam MoU.
IBC melalui pilar keempatnya mendorong peran bursa karbon dalam akselerasi ekonomi RI dan realisasi komitmen penurunan emisi Gas Rumah Kaca (GRK) menuju target Indonesia Emas 2045.
Direktur Utama PT Indonesia Battery Corporation (IBC), Toto Nugroho optimistis bahwa permintaan pasar global untuk kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) masih tinggi di angka 20-25% per tahun.
Bos IBC menilai diperlukan suatu badan atau otoritas khusus yang fokus membuat regulasi untuk mengakselerasi industri kendaraan listrik (EV) dan baterai di Indonesia.
Antam melaporkan bahwa studi kelayakan proyek pabrik baterai kendaraan listrik bersama CATL dan IBC telah memasuki tahap akhir dan kini telah pada tahap persiapan lahan untuk kawasan industri.