Krisis energi mendorong transisi energi nasional yang ambisius lewat PLTS dan RUKN 2025-2060, membuka peluang besar untuk penciptaan Green Jobs di Indonesia.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut prospek lapangan pekerjaan untuk lulusan baru akan lebih banyak, didorong pertumbuhan ekonomi Indonesia yang menuju 6 persen.
Badan Pusat Statistik (BPS) sebelumnya merilis data Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) pada November 2025 sebesar 4,74% atau turun 0,11% poin dibanding Agustus 2025.
Pengangguran di Indonesia bukan hanya masalah ekonomi, tetapi juga krisis moral dan sosial yang mengancam potensi bonus demografi, menuntut kebijakan kerja yang lebih manusiawi.
Tingkat pengangguran Indonesia capai 4,85%, namun indikator baru jobs gap dari ILO mengungkap kesenjangan di pasar kerja yang tak terlihat dari angka semata.
Amerika Serikat (AS) diproyeksikan menyumbang sekitar 184.679 pekerjaan, sementara wilayah di luar AS mencatat sekitar 638.796 pekerjaan dari penyelenggaraan piala dunia.
Dalam setahun terakhir puluhan ribu tenaga kerja sektor ESDM mengikuti pelatihan serta sertifikasi untuk meningkatkan daya saing di industri masa depan.
Hasil survei lembaga riset Indostrategi menunjukkan penciptaan lapangan kerja menjadi yang terendah dalam penilaian kinerja pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming