Menteri ESDM Arifin Tasrif menyatakan telah menyetujui RKAB perusahaan nikel dengan total rencana produksi sekitar 240 juta ton untuk periode 2024-2027.
Kementerian ESDM melaporkan telah menyelesaikan 460 dari 770 RKAB yang diajukan oleh perusahaan mineral hingga 3 Juli 2024. Dari jumlah yang telah diproses, 421 disetujui dan 39 ditolak.
Kementerian ESDM melaporkan telah menyetujui 1.180 RKAB perusahaan mineral dan batu bara (minerba) per 21 Mei 2024, dari total 1.647 permohonan yang diajukan.
Bos Antam Nicolas Kanter mengungkapkan bahwa Kementerian ESDM belum sepenuhnya menyetujui RKAB periode 2024-2026. Dia menilai pemerintah lebih berhati-hati terhadap penyalahgunaan izin.
Plt Dirjen Minerba Bambang Suswantono mengaku ditekan Menteri ESDM Arifin Tasrif lantaran penerbitan RKAB yang lambat, meski telah melakukan sejumlah cara untuk memudahkan proses penerbitannya.
Kementerian ESDM telah menyetujui 587 RKAB pertambangan batu bara untuk periode 2024-2026. Total rencana produksi sebesar 922 juta ton pada 2024, 917 juta ton pada 2025, dan 902 juta ton pada 2026.
Kementerian ESDM baru menyetujui sekitar 10% RKAB dari 700 perusahaan minerba. Salah satu syarat yang belum dipenuhi perusahaan yakni terkait kewajiban PNBP.