Penurunan konsumsi swasta dan rumah tangga turut mendorong perlambatan ekonomi pada kuartal II 2024. Hal menjadi peringatan bagi pemerintah untuk segera menangani masalah tersebut.
Menteri ESDM Arifin Tasrif menegaskan bahwa kebijakan subsidi listrik tahun 2025 difokuskan untuk tepat sasaran serta mengutamakan rumah tangga miskin dan rentan.
Gelaran Pemilu 2024 dan penyaluran bansos diperkirakan akan kerek konsumsi rumah tangga tahun ini. Namun ekonomi Indonesia masih dibayangi pelemahan harga komoditas.
BPS mencatat tingkat konsumsi rumah tangga melambat pada 2023 yang hanya tumbuh 4,47%. Perlambatan itu terjadi karena tingkat konsumsi kelompok menengah atas yang turun.
Interaksi antara ketiga kelompok pelaku ekonomi membentuk sistem ekonomi saling terkait. Keputusan dan tindakan satu kelompok mempengaruhi yang lainnya.
Pada 2023, Program Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) menargetkan 125.000 rumah tangga penerima bantuan, 3.000 di antaranya adalah warga Riau dan Bangka Belitung (Babel).