Kemenag Sosialisasikan Fatwa Kurban saat Penyebaran Wabah PMK

Kemenag akan menyesuaikan pengaturan pelaksanaan kurban dalam Idul Adha 2022 pada masa wabah penyakit mulut dan kuku (PMK).
Andi M. Arief
23 Juni 2022, 18:39
Pekerja menyemprotkan cairan disinfektan ke sapi yang dijual untuk qurban di Muncul, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (22/6/2022). Pemerintah Provinsi Banten mulai Senin (27/6) melarang masuknya hewan qurban ke wilayah itu untuk mencegah penyebaran wabah p
ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal/nym.
Pekerja menyemprotkan cairan disinfektan ke sapi yang dijual untuk qurban di Muncul, Tangerang Selatan, Banten, Rabu (22/6/2022). Pemerintah Provinsi Banten mulai Senin (27/6) melarang masuknya hewan qurban ke wilayah itu untuk mencegah penyebaran wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) jelang Idul Adha.

Kementerian Agama (Kemenag) akan menyesuaikan pengaturan pelaksanaan kurban dalam Idul Adha 2022 pada masa wabah penyakit mulut dan kuku (PMK).  Pemerintah juga akan menyediakan 29 juta dosis vaksin untuk menangani wabah PMK pada hewan ternak.

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengatakan permintaan sapi dan kambing untuk Idul Adha 2022 akan tinggi. Pemerintah telah menemukan beberapa fatwa terkait pengaturan pelaksanaan kurban dalam masa wabah. 

"Dalam dua hari ke depan akan dikoordinasikan dengan ormas-ormas Islam agar bisa disampaikan ke publik apa hukumnya kurban. Yang utama adalah hukum kurban itu sunnah muakkad," kata Yaqut dalam konferensi pers virtual, Kamis (23/6). 

Yaqut menjelaskan pelaksanaan kurban adalah sunnah yang dianjurkan. Artinya, masyarakat tidak boleh memaksakan kurban saat kondisinya tidak memungkinkan. 

Advertisement

 Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartato, mengatakan bahwa pemerintah akan membatasi pergerakan hewan ternak di level kecamatan yang sudah terjangkit dengan wabah PMK. Menurutnya, langkah ini serupa dengan pembatasan penyebaran Covid-19. 

Airlangga mencatat, wabah PMK telah menjangkit 1.765 kecamatan atau 38% dari total kecamatan di dalam negeri. Pembatasan pergerakan hewan ternak tersebut akan dituangkan dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri. 

Kementerian Pertanian (Kementan) memproyeksikan total ternak yang dibutuhkan untuk menghadapi Idul Adha 2022 mencapai 1,72 juta ekor. Angka itu naik 5% dari realisasi Idul Adha 2021 sejumlah 1,64 juta ekor. 

Airlangga mengatakan pemerintah telah menyetujui pasokan vaksin PMK sebanyak 29 juta dosis. Pembelian vaksin tersebut akan didanai dari Komite Penanganan Corona Virus Disease 2019 dan Pemulihan Ekonomi Nasional. 

 Menteri Pertanian, Syahrul Yasin Limpo, mengatakan bahwa distribusi vaksin PMK diharuskan menggunakan rantai pendingin untuk menjaga tingkat kemanjuran atau efikasi vaksin. Target vaksinasi tahap pertama sebanyak 3 juta dosis. 

"Kalau tidak salah di Jawa Timur (daerah vaksinasi pertama), tapi secara menyeluruh (akan dilakukan vaksinasi di dalam negeri)," kata Yasin di lingkungan Istana Kepresidenan, Selasa (14/6). 

Yasin mengatakan, banyak negara yang menawarkan vaksin PMK pada Indonesia. Menurutnya, sebagian vaksin tahap pertama diimpor dari Perancis. 

Dia mengatakan, jumlah vaksin yang dibutuhkan untuk melawan wabah PMK cukup banyak atau minimal 80% dari populasi terjangkit. Selain itu, dosis yang dibutuhkan per hewan agar memunculkan antibodi adalah dua dosis. 

 Menurut data Satuan Tugas Penyakit Mulut dan Kuku (Satgas PMK), wabah PMK sudah menjangkiti 214.994 ekor hewan ternak sampai Selasa, 21 Juni 2022, pukul 12.30 WIB. Kasus infeksi ini tersebar di 208 kabupaten/kota di 19 provinsi Indonesia.

Reporter: Andi M. Arief
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait