Perombakan Pejabat BUMN Berlanjut, Sumiyati Digeser dari BTN ke PLN

Kementerian BUMN mengangkat Sumiyati sebagai komisaris PLN. Ia sebelumnya menjabat sebagai komisaris BTN.
Image title
Oleh Fariha Sulmaihati
30 Agustus 2019, 11:53
bumn, pln, komisaris pln, sumiyati
btn.co.id
Kementerian BUMN mengangkat Sumiyati sebagai komisaris PLN. Ia sebelumnya menjabat sebagai komisaris pada BTN.

Kementerian Badan Usah Milik Negara (BUMN) melanjutkan perombakan kepengurusan pada sejumlah perusahaan plat merah. Jumat (30/8). Salah satunya pada PT Perusahaan Listrik Negara (PLN), dengan mengangkat Sumiyati menjadi Komisaris Perusahaan Listrik Negara (PLN) menggantikan Rionald Silaban yang saat ini menduduki kursi Komisaris pada PT Bank Mandiri Tbk (BMRI).

Sebelumnya Sumiyati menjabat sebagai Komisaris Bank Tabungan Negara (BTN). "Belum ada (perubahan direksi), ini komisaris saja," ujar Direktur Human Capital Management PLN Muhamad Ali saat ditemui di Gedung Kementerian BUMN.

Berikut susunan komisaris PLN:
Pelaksana Tugas Komisaris Utama dan Komisaris: Ilya Avianti
Komisaris: Aloysius K Ro
Komisaris: Darmawan Prasodjo
Komisaris: Budiman
Komisaris: Rida Mulyana
Komisaris: Sumiyati
Komisaris Independen: Deden Juhara
Komisaris Independen: Darmono

(Baca: Gelar RUPSLB, Bank Mandiri Angkat Rionald Silaban Jadi Komisaris)

Sebelumnya Rapat Umum Pemegang Saham PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) yang berlangsung Rabu (28/8) memutuskan pergantian salah satu komisaris bank pelat merah tersebut. Rionald Silaban ditunjuk untuk menggantikan posisi Askolani, yang saat ini menjabat sebagai Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan.

Pada 2008, Rionald dipercaya menjadi Kepala Pusat Analisis dan Harmonisasi Kebijakan Sekretariat Jenderal. Pada Januari 2012, ia dilantik menjadi Staf Ahli Bidang Organisasi, Birokrasi, dan Teknologi Informasi di Kemenkeu.

Ketika Sri Mulyani ditunjuk menjadi salah satu dari tiga direktur pelaksana Bank Dunia pada 5 Mei 2010, Rionald menjadi staf Sri Mulyani di lembaga keuangan global itu. Pada 2015, Rionald diangkat menjadi direktur eksekutif Bank Dunia. Ia mewakili konstituen yang terdiri atas sejumlah negara, termasuk Indonesia, Brunei Darussalam, Fiji, Laos, Malaysia, Myanmar, Nepal, Singapura, Thailand, Tonga, dan Vietnam.

(Baca: Curahan Hati Suprajarto, Tak Lagi Pimpin BRI dan Mundur dari Dirut BTN)

Pada 2016, Sri Mulyani diminta kembali ke Indonesia oleh Presiden Joko Widodo dan menjadi menteri keuangan di Kabinet Indonesia Bersatu. Sri Mulyani meninggalkan posisinya sebagai direktur pelaksana Bank Dunia dan menjalankan tugasnya sebagai pembantu presiden.

Rionald pun kembali ke Indonesia dan bertugas di Kementerian Keuangan. Pada 16 Desember 2016, ia dilantik menjadi Staf Ahli Bidang Makro Ekonomi dan Keuangan Internasional di Kementerian Keuangan.

Jabatan terakhir yang dipegangnya sejak 26 Juni 2018 adalah Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan (BPPK). Badan ini berfungsi memberikan pelatihan teknis dan fungsional bagi para pegawai di Kementerian Keuangan.

Reporter: Fariha Sulmaihati
Editor: Agustiyanti

Video Pilihan

Artikel Terkait