Siap Masuk Kabinet, Wishnutama Beri Sinyal Urus Sektor Kreatif

Presiden juga minta berbagai helatan yang menarik digelar RI.
Dimas Jarot Bayu
Oleh Dimas Jarot Bayu
21 Oktober 2019, 13:53
Kabinet Jokowi, Wishnutama, kreatif, Menteri.
ANTARA FOTO/Wahyu Putro A
Pendiri NET TV Wishnutama memberi hormat saat meninggalkan Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/10/2019). Wishnutama diminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk masuk ke dalam kabinet periode 2019-2024. Dia juga memberi sinyal siap mengemban jabatan yang mengurus sektor kreatif.

Komisaris Utama Net Mediatama Televisi Wishnutama  diminta Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk masuk ke dalam kabinet periode 2019-2024. Dia juga memberi sinyal siap mengemban jabatan yang mengurus sektor kreatif.

Wishnutama datang ke Istana Merdeka pukul 11.07 WIB dan baru keluar pukul 12.45 WIB. Dia menjelaskan, Jokowi minta dirinya meningkatkan kemampuan sektor yang mengandalkan kreativitas. Presiden juga menginginkan berbagai acara yang menarik digelar RI.

Alhasil, Indonesia memiliki daya saing di dunia internasional. “Ini juga untuk meningkatkan devisa,” kata Wishnutama di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (21/10).

(Baca: Wishnutama dan Erick Thohir Muncul di Istana, Jadi Menteri ?)

Meski demikian, Wishnutama enggan menjelaskan posisinya kelak dalam kabinet. Menurutnya, soal jabatan akan disampaikan langsung oleh Jokowi. Dia juga yakin mampu bekerja secara optimal meski belum pernah memegang jabatan pemerintahan.

“Tapi yang utama kan niat baik dan semangatnya dulu,” kata dia.

Lebih lanjut, Wishnutama memastikan akan mundur dari jabatannya di Net Mediatama Televisi dan Kumparan.com. "Segera dong, kan sudah ada aturannya,” ujarnya.

(Baca: Meraba Wajah Calon Menteri yang Berpotensi Diumumkan Jokowi)

Hingga siang ini, Jokowi telah memanggil beberapa tokoh ke Istana. Mereka, yakni mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD, Bupati Minahasa Selatan Christiany Eugenia Paruntu, pendiri Go-Jek Nadiem Makarim, bos Mahaka Group Erick Thohir, Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian, dan Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto.

Reporter: Dimas Jarot Bayu

Video Pilihan

Artikel Terkait