Penyebab dan Gejala Asam Lambung Naik yang Perlu Diwaspadai

integrativemedica.com
Ilustrasi penderita penyakit yang disebabkan kadar asam lambung yang tinggi
Penulis: Siti Nur Aeni
24/3/2022, 08.37 WIB

Asam lambung adalah asam yang terdiri dari kalium klorida, natrium klorida, dan asam klorida. Seperti namnya, asam ini diproduksi oleh organ lambung. Dalam keadaan normal, asam lambung berperan penting untuk membunuh bakteri. Namun jika asam lambung naik, maka bisa mengakibatkan gangguan pada sistem pencernaan.

Menurut penjelasan di hellosehat.com, normalnya asam lambung memiliki pH sekitar 1 – 3. Jika lambung menghasilkan asam terlalu banyak, maka bisa mengakibatkan gangguan pada organ tersebut. Pasalnya kondisi tersebut mengakibatkan aliran baik asam lambung atau asam lambung naik ke kerongkongan.

Aliran balik asam lambung sebenarnya termasuk hal normal dari pergerakan sistem pencernaan. Maka dari itu, kondisi refluks lambung ini tidak bisa dikatakan penyakit, melainkan hanya sebuah gejala. Walaupun demikian, refluks asam lambung bisa menimbulkan rasa terbakar pada dada dan tenggorokan atau heartburn.

Penyebab Asam Lambung Naik

Masih mengutip dari hellosehat.com, disebutkan bahwa penyebab utama asam lambung baik yaitu karena produksi gastrin berlebih. Perlu diketahui bahwa gastrin merupakan hormon yang diproduksi oleh sel G pada lapisan lambung dan usus kecil bagian atas.

Hormon ini berguna untuk merangsang lambung untuk mengeluarkan asam lambung. Produksi gastrin juga bisa dipicu oleh beberapa kondisi, sebagai berikut:

1. Sindrom Zollinger Ellison

Sindrom Zollinger Ellison adalah penyakit yang disebabkan oleh tumor di pangkreas dan usus kecil. Kondisi ini bisa memicu produksi gastrin berlebih dan mengakibatkan asam lambung naik.

2. Infeksi Helicobacter pylori

Helicobacter pylori adalah bakteri yang menyerang lapiran lambung. Bakteri ini bisa merangsang lambung untuk memproduksi asam berlebih. Akibatnya, asam lambung naik dan menyebabkan rasa tidak nyaman pada penderitanya.

3. Penyakit Ginjal Kronis

Penyebab asam lambung naik lainnya yaitu diakibatkan oleh penyakit ginjal kronis. Fungsi ginjal yang tidak normal akan membuat hormon gastrin tidak dibersihkan dengan optimal. Hal inilah yang bisa memunculkan kadar gastrin yang dapat meningkatkan produksi asam di lambung.

Gejala Asam Lambung Naik

Saat asam lambung naik, kita bisa mengetahuinya dari beberapa gejala yang muncul. Melansir dari honestdocs.id, berikut beberapa gejala sam lambung yang meningkat.

1. Heartburn

Gejala pertama yang bisa Anda rasakan yaitu heartburn atau rasa nyeri di bagian dada. Kondisi ini dapat menyebabkan asam lambung naik ke kerongkongan.

2. Rasa Pahit di Mulut

Asam lambung naik juga bisa ditandai dengan rasa pahit di mulut. Hal ini dikarenakan, saat asam lambung meningkat, maka zat asam tersebut akan menyebar ke bangian belakang tenggorokan. Pada kondisi ini, Anda bisa merasakan sensasi asam atau pahit di mulut. Umumnya gejala ini muncul saat malam hari atau ketika sedang berbaring.

3. Suara Menjadi Serak

Asam lambung meningkat bisa menyebabkan surat serak. Hal ini dikarenakan naiknya asam lambung ke kerongkongan bisa menimbulkan iritasi pada pita suara. Kondisi inilah yang menyebabkan suara terdengar serak dan berbeda dengan kondisi normal.

4. Sakit Tenggorokan

Gejala lain yang bisa muncul saat asam lambung meningkat yaitu sakit tenggorokan. Gejala ini sebenarnya mirip dengan gejala flu. Meskipun demikian, sakit tenggorokan akibat asam lambung berbeda dengan flu.

Sakit tenggorokan karena asam lambung naik tidak disertai dengan gejala lain seperti demam, bersin-bersin, dan hanya muncul setelah makan.

5. Sesak Nafas dan Batuk

Asam lambung naik bisa membuat saluran penapasan menyempit dan memicu peradangan. Kondisi ini bisa menyebabkan penderita asam lambung menglami batuk dan sulit bernapas.

Para ahli juga menduga bahwa asam lambung yang naik bisa mempengaruhi saraf di dada dan menyempitkan tabung pernapasan. Hal ini merupakan bentuk respon pencegahan masuknya asam lambung di area tersebut.

6. Mual

Gejala asam lambung naik lainnya yaitu mual. Hal ini dikarenakan oleh rasa nyeri hebat di lambung dan ulu hati yang membuat penderita GERD merasa mual hingga muntah. Rasa mual ini biasanya muncul setelah makan.

7. Hipersaliva

Produksi air liur berlebih atau hipersaliva juga bisa menjadi ciri asam lambung sedang naik. Kondisi ini merupakan respon tubuh untuk menetralisir asam lambung yang naik ke tenggorokan. Air liur ini juga membantu proses pengolahan makanan, mencegah mulut kering, dam membantu menyembuhkan luka di mulut.

8. Kesulitan Menelan

Asalm lambung yang naik terus menerus bisa membuat kerongkongan terluka dan memunculkan jaringan parut atau pembengkakan. Hal inilah yang membuat kerongkongan menyempit, sehingga membuat penderita sulit menelan.