Rupiah Sentuh Rp 15.100/US$ Pagi Ini karena Inflasi Amerika Melandai

ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja/foc.
Petugas menunjukan uang pecahan rupiah dan dolar AS di gerai penukaran mata uang asing VIP (Valuta Inti Prima) Money Changer, Jakarta, Selasa (3/1/2023).
Penulis: Abdul Azis Said
13/1/2023, 09.29 WIB

Berdasarkan alat pemantauan CME Group, probabilitas The Fed menaikkan suku bunga acuan 25 basis poin (bps) atau 0,25% pada pertemuan 31 Januari - 1 Februari, mencapai 95,2%.

Sekitar 4,8% responden memperkirakan, bank sentral AS itu mengerek bunga acuan 50 bps.

Selain inflasi, pelonggaran pembatasan terkait Covid-19 di Cina memberikan sentimen positif ke rupiah. Perbaikan ekonomi Cina meningkatkan perdagangan Indonesia dengan negara itu.

Pencabutan PPKM di dalam negeri juga memberikan sentimen positif ke rupiah. Kebijakan ini diharapkan bisa menggerakkan ekonomi Indonesia di tengah perlambatan ekonomi global.

Analis DCFX Lukman Leong juga memperkirakan rupiah menguat setelah dolar AS turun tajam akibat inflasi yang melandai. Rupiah diprediksi bergerak di rentang Rp 15.200 - Rp 15.400 per dolar AS hari ini.

"Dari domestik, revisi PP Nomor 1 Tahun 2019 tentang Devisa Hasil Ekspor masih akan terus memberikan sentimen positif pada rupiah," kata Lukman dalam catatan.

Halaman:
Reporter: Abdul Azis Said