Kepala SKK Migas Dorong Penguatan Pertamina Dari Sisi Hulu

Penulis: Verda Nano Setiawan

Editor: Ekarina

15/10/2019, 13.33 WIB

Kontribusi laba Pertamina sekitar 80% dihasilkan dari bisnis hulu.

Blok Migas Pertamina Hulu Energi
Pertamina Hulu Energi

Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Dwi Soetjipto menyatakan pihaknya akan memperkuat Pertamina sebagai Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dari sisi bisnis Hulu Migas. Sebab, kontribusi laba Pertamina sekitar 80% dihasilkan dari bisnis hulu.

Dia pun menambahkan, bisnis hilir menyumbang 70-80% terhadap pendatan, sedangkan laba hanya menyumbang sekitar 10-20%. "Maka dari itu, untuk mendorong Pertamina, hulunya yang harus diperkuat," kata Dwi saat ditemui di Gedung Kementerian ESDM Senin (14/10).

Tak hanya itu, dukungan juga harus diberikan kepada Pertamina dalam mengelola blok terminasi. Sebab, penugasan pengelolaan blok terssebut sebetulnya dimaksudkan untuk mendorong profit perseroan, bukan justru untuk  membebani Pertamina. 

(Baca: SKK Migas Sebut Ada Potensi 7,5 Miliar Barel Minyak Siap Dieksplorasi)

Meskipun dia mengakui, dalam mengelola blok terminasi Pertamina juga harus menggelontorkan dana yang tidak sedikit. Namun hal itu sebanding dengan perolehan laba yang bisa didapat Pertamina.

Dwi juga menyatakan, dengan kondisi saat ini Pertamina masih perlu didorong  meningkatkan investasi, terutama untuk kegiatan di sektor hulu. "Tidak masalah, terkait dengan jumlahnya, Pertamina dengan strateginya dapat mengaturnya," ujar mantan Direktur Utama Semen Indonesia tersebut.

Selain itu, dia pun menyatakan tidak menutup kemungkinan jika nantinya Pertamina akan menggandeng mitra dalam mengembangkan blok blok yang baru saja didapatkan.

"Kan tergantung Pertamina. Yang penting agar investasi dilakukan secara agresif dan bisa mengembalikan produksi lagi," ujarnya. 

Demi menggenjot produksi migas, Pertamina pada pertengahan Juli 2019  menyatakan bakal menambah investasi untuk sektor hulu migas sebesar US$ 300 juta atau sekitar Rp 4 triliun (kurs Rp 13,967). Dengan begitu, total investasi hulu Pertamina sepanjang 2019 sebesar US$ 2,9 miliar atau sekitar Rp 40,5 triliun.

Adapun sebelumnya, perseroan menganggarkan investasi hulu migas tahun ini sebesar US$ 2,6 miliar atau sekitar Rp 36 triliun.

(Baca: Pacu Produksi Migas, Pertamina Tambah Investasi Hingga Rp 4,1 Triliun)

Direktur Hulu Pertamina Dharmawan H Samsu mengatakan, penambahan investasi dilakukan karena kinerja hulu migas sepanjang semester 1 tahun ini cukup baik. "Alhamdullilah dapat restu dari korporat, karena prestasi semester 1 baik jadi tambah US$ 300 juta lagi," ujar Dharmawan saat diskusi bersama media di Jakarta, Kamis (18/7).

Dia menyatakan penambahan investasi dilakukan untuk menjaga produksi migas. Dana tersebut pun akan digunakan untuk melakukan pengeboran eksplorasi dan memperbaiki fasilitas produksi.

 

Reporter: Verda Nano Setiawan

Anda Belum Menyetujui Syarat & Ketentuan
Email sudah ada dalam sistem kami, silakan coba dengan email yang lainnya.
Alamat email Anda telah terdaftar
Terimakasih Anda Telah Subscribe Newsletter KATADATA
Maaf Telah terjadi kesalahan pada sistem kami. Silahkan coba beberapa saat lagi
Silahkan mengisi alamat email
Silahkan mengisi alamat email dengan benar
Masukkan kode pengaman dengan benar
Silahkan mengisi captcha

Video Pilihan