Investor Gojek, Google hingga Tencent Dukung Nadiem Jadi Menteri

Investor Gojek juga optimistis, transisi kepemimpinan dari Nadiem ke Kevin dan Andre bakal berjalan mulus.
Desy Setyowati
22 Oktober 2019, 15:18
Investor Gojek Google hingga Tencent mendukung Nadiem jadi menteri Jokowi
Gojek
Ilustrasi, (kanan-kiri) Founder dan CEO Gojek Grup Nadiem Makarim, Co-Founder Gojek Kevin Aluwi, dan Presiden Gojek Grup Andre Soelistyo, saat peresmian logo baru Gojek di Kantor Gojek HQ, Jakarta (22/7). Investor Gojek Google hingga Tencent mendukung Nadiem jadi menteri Jokowi.

Investor Gojek seperti Google, Tencent hingga Sequoia Capital mendukung Nadiem Makarim menjadi menteri dalam kabinet baru Presiden Joko Widodo (Jokowi). Mereka juga menilai, Kevin Aluwi dan Andre Soelistyo yang kini menjadi co-CEO bisa membawa Gojek untuk terus tumbuh.

General Manager and Vice President Payments and Next Billion Users, Google Caesar Sengupta optimistis, Gojek akan terus berinovasi dan menjadi leading light atau sangat berpengaruh terhadap ekonomi baru Indonesia. “Kami berharap dapat terus bermitra erat dengan Andre dan Kevin saat mereka mengambil alih kepemimpinan juara Indonesia ini,” kata dia dalam siaran pers, Selasa (22/10).

Hal senada disampaikan oleh Vice President International Business Group of Tencent Poshu Yeung. Ia menyampaikan, perusahaannya berharap yang terbaik atas peran baru yang diemban Nadiem.

Ia menilai, Gojek telah memimpin pasar di industri berbagi tumpangan (ride-hailing) Indonesia. Decacorn Tanah Air ini juga memperluas kepemimpinannya di berbagai vertikal bisnis seperti pesan-antar makanan dan teknologi finansial (fintech) pembayaran.

“Kami menantikan kemitraan dengan Andre dan Kevin, dan percaya bahwa kepemimpinan mereka akan membawa Gojek ke tingkat perkembangan selanjutnya di Indonesia dan selanjutnya di Asia Tenggara,” kata Poshu.

(Baca: Bos Baru Gojek Angkat Bicara soal Nadiem Calon Menteri Jokowi)

Managing Director, Head of Southeast Asia, Warburg Pincus Jeffrey Perlman juga menilai bahwa Andre dan Kevin adalah talenta yang luar biasa. Sebab, keduanya telah memainkan peran kunci dalam mendorong pertumbuhan Gojek.

“Kami telah melihat secara langsung transisi kepemimpinan dan eksekusi yang mulus karena mereka telah bekerja erat untuk menumbuhkan bisnis ke dalam ukuran dan skala seperti sekarang ini,” kata Perlman.

Ia juga menghormati keputusan Nadiem yang memilih menjadi menteri Jokowi. “Saya sangat yakin bahwa Gojek akan terus berkembang dan menjadi pemain global sejati di tangan Andre dan Kevin yang cakap,” kata dia.

Perwakilan investor lainnya, yakni Co-Head of Asia Pacific Private Equity and Head of Southeast Asia at KKR Ashish Shastry mengatakan, ekspansi Gojek secara vertikal baik di dalam maupun luar negeri tercatat baik. Bisnis vertikal Gojek di antaranya mulai dari berbagi tumpangan, pesan-antar makanan, logistik hingga pembayaran.

“Kami mengucapkan selamat kepada Andre, Kevin dan Nadiem atas masing-masing peran baru mereka di dalam dan di luar Gojek,” katanya. “Sebagai catatan pribadi, saya kenal Andre, Kevin, dan Nadiem dari hari-hari sebelum Gojek dan saya sangat yakin bahwa mereka semua akan memberikan dampak yang langgeng dalam peran baru mereka."

(Baca: Ini Dua Sosok Pengganti Nadiem, Bos Baru Gojek)

Managing Director, Sequoia Capital India yang di Singapore Shailendra Singh sepakat bahwa Andre dan Kevin merupakan sosok pemimpin yang dinamis. “Mereka telah memainkan peran penting dalam mengarahkan lintasan dan eksekusi Gojek,” kata dia.

Ia optimistis, kontribusi Gojek terhadap perekonomian bakal terus meningkat. “Kami berterima kasih kepada Nadiem untuk kepemimpinan yang visioner di Gojek sejak didirikan, tetapi kami sama-sama optimistis bahwa Andre dan Kevin akan memimpin perusahaan ke tingkat yang lebih baru,” katanya.

Saat ini, Gojek telah menggaet lebih dari dua juta mitra pengemudi dan 400 ribu mitra usaha di Asia Tenggara. Perusahaan penyedia layanan on-demand ini juga sudah memproses lebih dari dua miliar transaksi per tahun.

Startup bervaluasi lebih dari US$ 10 miliar ini juga menggalang pendanaan (fundraising), yang mampu menarik beberapa perusahaan besar seperti Google, Tencent, Mitsubishi, Visa, AIA dan Astra. Gojek juga telah berekspansi ke Singapura, Thailand dan Vietnam.

(Baca: Amazon Dikabarkan Bakal Beli Saham Gojek)

Video Pilihan

Artikel Terkait