Ekspansi ke Bisnis Video Streaming, Gojek Luncurkan Go-Play

Pengguna yang mendapat pemberitahuan dari Gojek akan bisa menggunakan layanan Go-Play gratis selama sebulan.
Desy Setyowati
24 Juni 2019, 16:01
Gojek Go-Play
Gojek
Ilustrasi, CEO Gojek Nadiem Makarim. Gojek akhirnya memperkenalkan platform video streaming buatannya, Go-Play. Layanan ini dikembangkan Gojek sejak awal tahun lalu.

Perusahaan penyedia layanan on-demand Gojek akhirnya memperkenalkan platform video streaming buatannya, Go-Play. Layanan ini dikembangkan Gojek sejak awal tahun lalu.

Kini, pengguna bisa mengakses Go-Play dari aplikasi Gojek. Namun, menurut laporan Kr-Asia, layanan itu baru tersedia dalam versi beta karena masih diuji coba. “Beberapa pengguna menerima pemberitahuan di aplikasi mereka, yang mengundang mereka untuk mendaftar Go-Play versi beta,” demikian dikutip dari Kr-Asia, Senin (24/6).

(Baca: Saingi Gojek, Grab Gandeng Hooq Merambah Bisnis Hiburan)

Dalam pengumuman tersebut, Gojek menyampaikan bahwa akan ada pemberitahuan lanjutan kepada pengguna setelah Go-Play versi beta siap digunakan. Pengguna yang mendapat pemberitahuan tersebut akan bisa menggunakan layanan Go-Play gratis selama sebulan. Hal ini menyiratkan bahwa layanan Go-Play akan ada yang berbayar.

Advertisement

Gojek mengembangkan layanan sejak awal tahun lalu. Seperti Netflix yang memproduksi sendiri beberapa tayangannya, beberapa konten yang tayang melalui Go-Play nantinya juga akan diproduksi secara internal melalui Go-Studios.

(Baca: Pertumbuhan Penonton Streaming Video Melebihi Bioskop)

Beberapa film yang didukung oleh Go-Studios seperti Kulari ke Pantai, Keluarga Cemara, Buffalo Boys, Kucumbu Tubuh Indahku, Aruna dan Lidahnya, serta 27 Steps of May. Mengutip dari Deal Street Asia, Gojek juga sudah menunjuk pemimpin unit usaha Gojek Entertainment Group, yakni Edy Sulistyo. Edy akan memimpin Go-Play, Go-Studio, Go-Live, Loket, dan Go-Tix.

Edy mendirikan Loket pada 2013. Loket kemudian diakuisisi Gojek pada 2017. Edy juga pernah mendirikan startup di bidang manajemen acara di Ohio, eEvent pada 2009. Selain itu, ia pernah bekerja di perusahaan jasa konsultasi eSolutech dan Eaton Corporation, yang berbasis di Amerika Serikat (AS).

(Baca: Persaingan Go-Jek dan Grab Melebar ke Bisnis Konten dan Investasi)

Mengutip dari Nikkei Asian Review, Senior Vice President of Acquisition and Development Gojek Michy Gustavia mengatakan, Go-Play merupakan layanan berbayar. Pengguna bisa menikmati konten video dengan memilih sendiri paket biaya langganan harian, mingguan, atau bulanan. Hal itu ia sampaikan dalam Asia-Pacific Video Operators' Summit di Bali pada 26 April 2018 lalu.

Michy menjelaskan, Go-Studios akan memproduksi film dokumenter, termasuk film pendek untuk Go-Play. "Konten yang kami hasilkan secara eksklusif akan masuk di Go-Play. Itu akan seperti 95% terkait kehidupan masyarakat Indonesia," kata dia, pada tahun lalu.

(Baca: Lewat Go-Studio, Go-Jek Seleksi 22 Film Dokumenter untuk Didanai)

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait