Lawan IndoXXI hingga Lk21, Gojek Punya Tiga Strategi Lewat GoPlay

Gojek optimistis GoPlay tetap diminati di tengah maraknya streaming film ilegal seperti IndoXXI, Lk21 dan layarkaca21. Gojek siapkan tiga strategi.
Cindy Mutia Annur
13 Mei 2020, 19:01
Tiga Cara Gojek Bersaing dengan IndoXXI hingga Lk21 Lewat GoPlay
Katadata
Ilustrasi IndoXXI

Streaming film menjadi salah satu alternatif hiburan bagi masyarakat di tengah pandemi corona. Gojek pun menyiapkan tiga langkah untuk memenuhi permintaan layanan video on demand (VoD), GoPlay dan bersaing dengan platform ilegal seperti IndoXXI hingga Lk21.

CEO GoPlay Edy Sulistyo optimistis, layanan resmi akan tetap diminati di tengah maraknya streaming film ilegal saat pandemi virus corona. Ia pun menyiapkan tiga langkah untuk menyaingi IndoXXI, Lk21 hingga layarkaca21.

Pertama, perusahaan memberikan kemudahan bagi pelanggan melalui pengalaman pelanggan (user experience) saat mengakses GoPlay. Pengguna bisa menyaksikan beraneka film atau serial dengan format gambar maupun suara berkualitas tinggi (high quality).

Sepengetahuannya, kualitas gambar dan suara layanan streaming film ilegal buruk. (Baca: Menkominfo Persoalkan Streaming Film Ilegal saat Masa Kerja di Rumah)

Advertisement

Kedua, perusahaan menawarkan harga berlangganan layanan yang terjangkau. Salah satunya melalui paket (bundling packet) dan diskon untuk berlanggan. 

"Kami berharap, pelanggan bisa melihat dari sana (keuntungannya) bahwa secara kualitas gambar dan suara mereka bisa menonton secara legal dan harga terjangkau di platform kami," ujar ujar Edy saat video conference, Rabu (13/5). 

Ketiga, perusahaan menggandeng berbagai pihak mulai dari pemerintah hingga swasta seperti Badan Perfilman Indonesia (BPI). Hal ini untuk mendorong masyarakat agar menonton film di platform yang legal.

(Baca: Muncul Pengganti IndoXXI, Asosiasi Film: Industri Rugi Miliaran Rupiah)

"Tidak hanya gotong-royong, kami juga ingin bersama-sama memberikan kesadaran kepada masyarakat untuk menonton film-film legal, khususnya Indonesia. Saat ini tak lagi perlu membayar mahal," ujar Edy.  

Sebelumnya, Menteri Kementerian Kominfo Johnny G Plate mengatakan bahwa situs streaming film ilegal merugikan pelaku industri ekonomi kreatif. Ia pun memastikan bakal memblokir situs-situs ilegal ini.

"Kalau berulang-ulang kali, muncul lagi, Kominfo punya tugas mengimplementasikan undang-undang,” katanya kepada Katadata.co.id, pada Januari lalu (7/1).

(Baca: Trafik Situs Streaming Film Ilegal di Eropa & AS Melonjak Efek Corona)

Layanan digital seperti situs web streaming memang memudahkan masyarakat untuk menikmati film ataupun musik. Namun, Johnny mengimbau pengelola situs menjalankan bisnisnya secara legal.

Sebagai informasi, situs streaming film IndoXXI resmi ditutup pada awal tahun lalu. Meski demikian, warganet tak kehabisan akal untuk mencari alternatif situs streaming film tak berbayar serupa.  

Katadata.co.id menemukan sedikitnya tiga situs alternatif pengganti IndoXXI tak lama setelah ditutup. Ketiganya yakni DetikXXI.com, Tancap88, dan AkatsukiMovie.com.

(Baca: Menyoal Pidana pada Situs Streaming IndoXXI dan LK21)

Reporter: Cindy Mutia Annur
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait