Masif PHK di Amerika, WhatsApp dan Google Kian Serius Garap Pasar RI

Raksasa teknologi Amerika Serikat masih melakukan PHK. Namun WhatsApp dan Google menunjukkan tanda-tanda semakin serius menggarap pasar Indonesia.
Desy Setyowati
12 Desember 2022, 12:50
google, whatsapp, phk
Google dan WhatsApp
CEO Alphabet dan Google Sundar Pichai dan logo WhatsApp

Induk WhatsApp, Meta melakukan pemutusan hubungan kerja alias PHK terhadap 11 ribu pekerja, terutama di Amerika Serikat (AS). Sementara Google dikabarkan akan memangkas 10 ribu pegawai. Namun keduanya makin serius menggarap pasar di Indonesia.

CEO Alphabet dan Google Sundar Pichai menyampaikan, Indonesia membuat kemajuan luar biasa dalam 10 tahun terakhir. “Kami berkomitmen untuk membangun ikatan yang lebih dalam dari sini,” kata Sundar dalam video yang diunggah oleh Google Indonesia, Senin (12/12).

“Bersama-sama kami akan berfokus pada area di mana teknologi dapat meningkatkan kehidupan dan komunitas secara bermakna, melalui teknologi atau memanfaatkan kecerdasan buatan alias artificial intelligence (AI),” tambah dia.

Google bekerja sama dengan Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta untuk mengadopsi AI pada lampu lalu lintas. Ini bertujuan memberikan insights mengenai kondisi lalu lintas.

Informasi-informasi yang diolah oleh AI dan mesin pembelajar atau machine learning itu kemudian menjadi acuan bagi Dishub DKI Jakarta mengurangi kemacetan, konsumsi bahan bakar, dan emisi kendaraan.

Rincian kerja sama Google dengan pemerintah dan institusi di Indonesia baru-baru ini sebagai berikut:

  1. Kemitraan dengan Dishub DKI Jakarta dalam rangka pemanfaatan AI untuk lampu lalu lintas atau yang disebut Project Green Light
  2. Google menyiapkan US$ 1,2 juta atau sekitar Rp 26,5 miliar untuk melawan misinformasi, termasuk hoaks, menjelang pemilihan presiden alias pilpres 2024
  3. Lembaga Filantropi Google, Google.org memberikan dukungan US$ 500 ribu atau sekitar Rp 7,8 miliar kepada Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (MAFINDO) untuk menjalankan program Akademi Digital bagi Lansia dan Remaja Cerdas pada 2023
  4. Google dan Centre for Strategic and International Studies (CSIS) mengembangkan Safer Internet Lab untuk penelitian dan menganalisis sumber dan pola misinformasi dan disinformasi
  5. Google Play dan perusahaan mesin gim Unity membuka program pelatihan untuk pengembangan game lokal bagi pengembang (developer) dan mahasiswa di Indonesia
  6. Google membangun kabel bawah laut bersama XL Axiata, Indosat Ooredoo Hutchison, dan NTT Indonesia

Selain Google, WhatsApp makin serius menggarap pasar Tanah Air. Ini terlihat dari langkah perusahaan afiliasi Facebook ini menunjuk head of WhatsApp pertama di Indonesia Calvin Kizana.

Calvin sebelumnya bekerja sebagai COO GoPlay, perusahaan platform live-streaming dari Gojek. Calvin juga mendirikan dua startup yakni Playday dan PicMix.

Playday merupakan platform live-streaming. Sedangkan PicMix adalah platform media sosial.

Calvin juga menjadi mentor dan penasihat bagi beberapa perusahaan rintisan dari di Asia Tenggara. Ia pun mendapatkan penghargaan digital entrepreneur of the year oleh Ernst and Young pada 2014.

“Ini adalah kesempatan luar biasa bagi saya untuk mengerjakan produk yang menyentuh kehidupan banyak orang di seluruh Indonesia,” kata Calvin.

WhatsApp memang melakukan investasi di Indonesia, di bidang kesehatan, literasi digital, pelatihan usaha kecil, dan pembangunan komunitas. Dua di antaranya yakni:

  1. Bermitra dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) tentang literasi digital, yang menjangkau lebih dari 2,4 juta orang di 34 provinsi
  2. Bekerja sama dengan Kementerian Koperasi dan UKM serta Kementerian Perdagangan untuk melatih lebih dari 30 ribu UKM di Indonesia

Calvin berencana untuk berfokus memperkuat kemitraan lokal WhatsApp di Indonesia. Selain itu, memperluas penggunaan WhatsApp Business Platform untuk membantu orang menemukan, mengirim pesan, dan berinteraksi dengan bisnis di dalam aplikasi.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait