Erick Thohir Dorong Tiga BUMN Produksi Ventilator untuk Pasien Corona

Menteri BUMN Erick Thohir meminta LEN, Pindad, dan PTDI memproduksi alat bantu pernapasan untuk pasien terinfeksi virus corona.
Image title
16 April 2020, 20:29
bumn, erick thohir, corona, covid-19
ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/wsj.
Menteri BUMN Erick Thohir (kiri) meninjau ruangan Command Center Corona yang ada di Rumah Sakit Pertamina Jaya, Cempaka Putih, Jakarta, Senin (6/4/2020). Erick mendorong tiga BUMN memproduksi ventilator atau alat bantu pernapasan untuk membantu pasien Covid-19.

Kementerian BUMN menunjuk PT LEN (Persero), PT Pindad (Persero), dan PTDI (Persero) untuk memproduksi alat bantu pernapasan atau ventilator. Alat kesehatan itu dianggap mampu membantu pasien Covid-19.

Selain itu, PT Indofarma juga ditunjuk untuk menyerap dan mendistribusikan produksi ventilator tersebut. Dengan begitu, Menteri BUMN Erick Tohir berharap Indonesia tidak tergantung impor alat kesehatan dari luar negeri.

Pasalnya, pemerintah mencatat industri obat mengimpor 90 persen bahan baku. Demikian juga alat kesehatan yang biasanya dibeli dari luar negeri

"Seperti yang Presiden sampaikan, kita tidak bisa bergantung pada luar negeri, karena negara kita sangat besar," kata Erick dalam siaran persnya, Kamis (16/4).

Advertisement

(Baca: BUMN Datangkan Alat PCR dari Swiss, Mampu 300 Ribu Tes Corona Sebulan)

Menurut Erick, pemerintah berupaya mengikis ketergantungan impor bahan baku obat dan alat kesehatan dengan mendorong produksi lokal. Ia menekankan agar BUMN harus bisa mewujudkan food security (ketahanan pangan), energy security (ketahanan energi), dan health security (ketahanan kesehatan).

"Kalau hari ini kita impor 90 persen, tahun depan 70 persen, tahun depannya lagi 50 persen. Saya tidak anti impor, tapi yang kita bisa lakukan, harus bisa dilakukan,” ujarnya.

Dia pun menyatakan Kementerian BUMN mulai meningkatkan ketahanan kesehatan dengan menggabungkan sekitar 70 rumah sakit milik BUMN. Hal itu diterapkan pada BUMN-BUMN yang bergerak di bidang farmasi.

Konsolidasi RS BUMN saat ini mampu menghasilkan 2.375 kamar yang siap melayani pasien corona. "Tidak di situ saja, dari (BUMN) farmasi juga kami gabungkan. Kami review bagaimana ini bisa menjadi supply chain dengan RS BUMN ke depan,” kata Erick.

Menurut dia, pandemi corona bisa jadi momentum bagi bangsa ini meningkatkan ketahanan kesehatan. Salah satu caranya dengan membuat bahan baku obat dan alat kesehatan sendiri.

Dengan begitu, Indonesia tak perlu impor untuk bahan baku obat dan alat kesehatan. "Saya berharap Kementerian BUMN terus bersinergi dengan kementerian lainnya, kita tidak boleh punya ego sektoral," kata Erick.

(Baca: 50% ICU RS Pemerintah Tanpa Ventilator, Erick Akan Cari ke Ujung Dunia)

Reporter: Muchammad Egi Fadliansyah
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait