Pemerintah Targetkan Blok Sakakemang Berproduksi Mulai 2021

Target tersebut lebih cepat dari rencana Repsol. Repsol dan mitra kerjanya menargetkan produksi gas pertama bisa dimulai tiga tahun ke depan.
Image title
Oleh Verda Nano Setiawan
17 Juli 2019, 14:40
Archandra Tahar mengatakan produksi blok sakakemang dipercepat
Arief Kamaludin | Katadata
Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyebut sudah ada beberapa perusahaan yang akan menyerap produksi gas Blok Sakakemang.

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arcandra Tahar menargetkan Blok Sakakemang di Musi Banyuasing, Sumatera Selatan dapat mulai memproduksi gas pada akhir 2021. Target tersebut lebih cepat dari rencana Repsol yaitu pada 2022.

Archandra mengatakan, untuk mengejar target tersebut, Repsol mempercepat pengeboran sumur kedua. "Akhir tahun ini targetnya sudah harus selesai, satu pengeboran lagi," ujarnya saat ditemui Katadata.co.id di Gedung Kementerian ESDM, Selasa (16/7).

(Baca: SKK Migas Ingin Kebut Produksi Blok Sakakemang)

Selain pengeboran, pemerintah menginisiasi penggunaan fasilitas produksi bersama dengan ConocoPhillips. "Kami sebagai pemerintah sedang melakukan arrangement bagaimana dia bisa lebih cepet dengan fasilitasnya ConocoPhillips di Corridor," kata dia.

Percepatan produksi Blok Sakakemang dilakukan karena sudah ada beberapa perusahaan yang berminat untuk membeli gas dari blok tersebut. Salah satunya adalah Perusahaan Gas Negara Tbk (PGN).

PGN bahkan telah melakukan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) penjualan dan pembelian gas bumi dengan Talisman Sakakemang B.V., afiliasi dari Repsol Group (TBSV). Sedangkan perusahaan lainnya, sudah mengirimkan surat kepada Kementerian ESDM.

(Baca: Blok Sakakemang, Temuan Gas Terbesar ke-4 Dunia dalam Dua Tahun)

Potensi cadangan gas di Blok Sakakemang mencapai 2 triliun kaki kubik (TCF). Penemuan cadangan gas di blok tersebut termasuk sebagai penemuan besar alias giant discovery. Penemuan tersebut tercatat sebagai yang terbesar keempat di dunia sepanjang 2018-2019.

Reporter: Verda Nano Setiawan

Video Pilihan

Artikel Terkait