Cadangan Gas Blok Masela Besar, Sisa 4 TCF Saat Kontrak Inpex Berakhir

Image title
15 Juli 2019, 22:04
blok masela, skk migas
Arief Kamaludin | Katadata
Ilustrasi, pembahasan revisi Plan of Development (PoD) Blok Masela. Blok Masela akan memproduksi gas yang terdiri dari LNG sebesar 9,5 MTPA dan gas pipa sebesar 150 mmscfd.

Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menyatakan cadangan gas di Blok Masela cukup besar. Kepala SKK Migas Dwi Soetjipto menyebut, cadangan Blok Masela tersisa 4 triliun kaki kubik (TCF) ketika kontrak Inpex dan Shell berakhir pada 2055.

Jumlah cadangan gas tersebut bisa terus bertambah jika ada penemuan cadangan gas baru. "Kan development-nya masih bisa, jadi dari yang sekarang saja itu masih ada sisa sampai 4 TCF, berarti kira-kira dua kali lipat dari Jambaran Tiung Biru sekarang," kata Dwi di Jakarta, Senin (15/7).

Blok Masela direncanakan mulai berproduksi pada 2027. SKK Migas menargetkan produksi gas Blok Masela berupa LNG sebesar 9,5 MTPA dan gas pipa sebesar 150 mmscfd.

(Baca: SKK Migas Targetkan Keputusan Final Investasi Blok Masela Tahun 2022)

Untuk pengembangan Blok Masela, SKK Migas mengestimasi nilai investasi sekitar US$ 19,8 miliar. Kepastian nilai investasi baru akan diperoleh setelah Inpex menyelesaikan proses Final Investment Decision (FID) yang ditargetkan terjadi pada 2022.

Untuk mencapai keekonomian proyek, Dwi mengatakan Inpex mendapatkan sejumlah insentif besar pajak, besaran bagi hasil, dan investment credit. Keputusan tersebut tertuang dalam persetujuan rencana pengembangan (PoD) Blok Masela yang ditandatangani Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan pekan lalu.

(Baca: Menteri ESDM Akhirnya Teken Revisi Rencana Pengembangan Blok Masela)

Bersamaan dengan revisi PoD, Inpex bersama Shell juga mengajukan perpanjangan kontrak PSC selama 20 tahun. Pengajuan amandemen kontrak selama tujuh tahun dan perpanjangan kontrak selama 20 tahun sudah termasuk dalam pokok-pokok kesepakatan (HoA) yang disepakati SKK Migas dengan Inpex pada pertengah Juni lalu. Dengan begitu, kontrak Inpex dan Shell di Blok Masela akan berlaku hingga 2055.

Reporter: Fariha Sulmaihati
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait