Inpex Buka Suara Terkait Rencana Shell Hengkang dari Blok Masela

Inpex optimistis proyek pengembangan Blok Masela bakal terus berjalan dengan dukungan dari pemerintah.
Image title
8 Juli 2020, 14:13
Inpex, shell, blok masela, migas
KATADATA
Ilustrasi, logo Inpex Corporation. Inpex berkomitmen melanjutkan pengembangan Blok Masela meski Shell berencana keluar dari proyek tersebut.

Shell Upstream Overseas Ltd. berencana keluar dari proyek Blok Masela. Meski begitu, Inpex Corporation berkomitmen melanjutkan pengembangan blok migas tersebut. 

Act. Corporate Communication Manager Inpex Masela Moch N. Kurniawan menjelaskan pihaknya tengah fokus mengembangkan Blok Masela. Oleh karena itu, perusahaan tidak bisa menjawab mengenai rencana Shell hengkang dari proyek tersebut. 

"Kami tidak dalam posisi menjawab aktivitas komersial Shell. Kami menyarankan untuk langsung menanyakan hal tersebut ke Shell," kata pria yang akrab disapa Iwan itu kepada Katadata.co.id pada Rabu (8/7).

Lebih lanjut Iwan menegaskan bahwa Inpex bakal terus mengembangkan Blok Masela. Dia optimistis proyek tersebut dapat berjalan sesuai target pemerintah. 

"Sebagai operator proyek LNG Abadi, dan dengan dukungan Pemerintah Indonesia, kami yakin proyek itu akan terus berlanjut. Kami secara aktif bekerja melaksanakan rencana pengembangan yang disetujui oleh pemerintah," ujar dia.

(Baca: Shell Bakal Hengkang, Pertamina Masih Minat Masuk Proyek Blok Masela?)

Proyek Abadi Blok Masela pada tahun ini telah masuk ke tahap persetujuan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL). Hingga April 2020, prosesnya telah mencapai 45,33% dari target 47,96% pada bulan tersebut.

Proyek Blok Masela juga telah mendapatkan Surat Keputusan (SK) Penetapan Lokasi Pengadaan Lahan untuk Pelabuhan Kilang LNG Abadi pada 1 Juni 2020. Kilang tersebut rencananya dibangun di Kepulauan Tanimbar.

Selain itu, Inpex telah memulai proses Front End Engineering Design (FEED) untuk proyek LNG di darat, Floating Production and Offloading (FPSO), pipa gas ekspor, serta Subsea Umbilical, Riser, and Flowline (SURF).

Proyek tersebut ditargetkan mulai beroperasi pada kuartal kedua 2027. Setahun lebih lambat dari target awal pemerintah.

Blok Masela diproyeksi bakal memproduksi gas berupa LNG sebesar 9,5 MTPA dan gas pipa 150 mmscfd. Blok tersebut juga menghasilkan kondensat sebesar 35 ribu barel per hari. Untuk mengembangkan Blok Masela, Inpex Corporation harus menggelontorkan investasi hingga US$ 19,8 miliar.

Video Pilihan

Artikel Terkait