Sentil Lagi Prabowo, Jokowi Tagih Pengembalian Konsesi Lahan Besar

Jokowi meminta para pemegang konsesi mengembalikan tanah tersebut kepada negara sehingga tanah tersebut bisa dimanfaatkan oleh masyarakat.
Image title
25 Februari 2019, 10:13
Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo di Konvensi Rakyat
ANTARA FOTO/AKBAR NUGROHO GUMAY
Capres nomor urut 01 Joko Widodo menyampaikan pidato pada acara Konvensi Rakyat di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Minggu (24/2/2019). Konvensi Rakyat itu mengangkat tema optimis Indonesia maju.

Calon presiden nomor urut 01 Joko Widodo (Jokowi) menyinggung soal kepemilikan lahan oleh penerima konsesi besar dalam pidatonya di Konvensi Rakyat, Sentul International Convention Center (SICC), Bogor, Jawa Barat. Petahana meminta para pemegang konsesi mengembalikan tanah itu kepada negara sehingga tanah tersebut bisa dimanfaatkan oleh masyarakat.

Jokowi mengatakan, pemerintahannya sejak 2014 telah memberikan konsesi pengelolaan lahan hutan bagi rakyat kecil seluas 2,6 juta hektare. Adapun total lahan hutan yang disiapkan untuk dikelola rakyat mencapai 12,7 juta hektare.

"Jika ada penerima konsesi besar yang mau mengembalikan konsesinya ke negara, saya tunggu sekarang dan akan saya bagikan untuk rakyat kecil karena rakyat kecil masih banyak yang membutuhkan," ujar Jokowi di Konvensi Rakyat: Optimis untuk Indonesia Maju, di Sentul, Minggu (24/2) malam, dikutip dari Antara. Pernyataan Jokowi itu disambut teriakan "balikin" berulang-ulang dari hadirin yang memadati arena SICC.

Dalam Debat Capres putaran kedua 17 Februari lalu, Jokowi sempat menyentil tentang kepemilikan lahan calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto di Kalimantan Timur seluas 220 ribu hektare dan Kabupaten Aceh Tengah seluas 120 ribu hektare. Prabowo mengatakan, ia memang memiliki lahan tersebut dengan status kepemilikan hak guna usaha (HGU) yang sewaktu-waktu bisa diambil oleh negara.

Advertisement

"Setiap saat negara bisa ambil kembali dan demi negara saya rela," kata Prabowo. Ia juga mengatakan, daripada lahan tersebut dikelola oleh pihak asing, lebih baik dikelola oleh dirinya yang nasionalis dan patriotik.

(Baca: Miliki Ratusan Ribu Hektare Lahan, Prabowo: Daripada Jatuh ke Asing)

Dalam pidatonya di hadapan ribuan pendukung, Jokowi dan Ma'ruf Amin siap memimpin kembali bangsa Indonesia untuk membangun Indonesia maju. Ma'ruf juga menyampaikan pidato singkat sebelum memimpin doa.

"Untuk Indonesia maju, kita harus menang. Untuk menang, kita harus memiliki modal besar," ujar Ma'ruf. Modal besar tersebut adalah berbagai keberhasilan yang dicapai pemerintahan Jokowi-Jusuf Kalla sebagai landasan bagi program-program Jokowi-Ma'ruf yang akan dilaksanakan jika menang dalam Pilpres 2019.

(Baca: Buntut Polemik Lahan, Jokowi dan Prabowo Ditantang Buka SPT Pajak)

Reporter: Antara
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait