KPK Periksa Tiga Saksi Kasus Suap DPRD Kalteng

KPK mendalami peran para tersangka dalam alur perintah dan pengeluaran dana yang diberikan untuk sejumlah anggota DPRD Kalteng.
Hari Widowati
13 Desember 2018, 16:17
KPK
ARIEF KAMALUDIN I KATADATA

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memanggil tiga saksi dalam penyidikan kasus suap anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Tengah terkait tugas dan fungsi DPRD Kalimantan Tengah. Ketiga saksi tersebut akan memberikan keterangan untuk tersangka Mantan Wakil Direktur Utama PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMART) yang juga Direktur PT Binasawit Abadi Pratama (BAP) Edy Saputra Sudrajat (ESS).

"Hari ini dijadwalkan pemeriksaan terhadap tiga orang saksi untuk tersangka ESS terkait kasus suap anggota DPRD Kalimantan Tengah (Kalteng) terkait tugas dan fungsi DPRD Kalteng," kata Juru Bicara KPK Febri Diansyah seperti dikutip Antara, di Jakarta, Kamis (13/12).

Ketiga saksi yang dipanggil adalah Kepala Bidang Pengawasan dan Ketaatan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalteng Yuniarti, Staf Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Kalteng Eko Mapilata, dan pegawai PT SMART Tbk Debby Fadina Sari. Dalam penyidikan kasus tersebut, KPK mendalami peran para tersangka dalam alur perintah dan pengeluaran dana yang diberikan untuk sejumlah anggota DPRD Kalteng.

Pada 27 Oktober 2018, KPK telah menetapkan tujuh orang sebagai tersangka atas dugaan kasus korupsi di lingkungan DPRD Provinsi Kalteng terkait dengan perizinan perkebunan kelapa sawit di sekitar wilayah Danau Sembuluh, Kalteng. Pengurus PT BAP diduga memberikan uang sebesar Rp 240 juta kepada empat anggota DPRD Provinsi Kalteng. Selain itu, KPK juga mendalami kemungkinan anggota Komisi B DPRD Provinsi Kalteng tersebut menerima pemberian-pemberian lainnya dari PT BAP.

Advertisement

Empat tersangka yang diduga sebagai pihak penerima adalah Ketua Komisi B DPRD Provinsi Kalimantan Tengah Borak Milton (BM), Sekretaris Komisi B DPRD Provinsi Kalimantan Tengah Punding LH Bangkan (PUN), anggota Komisi B DPRD Provinsi Kalimantan Tengah Arisavanah (A), dan anggota Komisi B DPRD Provinsi Kalimantan Tengah Edy Rosada (ER).

Adapun pihak swasta yang diduga sebagai pemberi adalah Direktur PT BAP atau Wakil Direktur Utama PT SMART Tbk Edy Saputra Sudrajat (ESS), CEO PT BAP Wilayah Kalimantan Tengah bagian Utara Willy Agung Adipradhana (WAA), dan Manajer Legal PT BAP Teguh Dudy Syamsury Zaldy (TDS).

(Baca: Suap Limbah Sawit, KPK Sita Bukti Dua Dus dari Kantor Sinar Mas Agro)

Perusahaan Afiliasi

Wakil Direktur Utama PT SMART Jimmy Pramono dalam suratnya kepada Bursa Efek Indonesia (BEI) menjelaskan, PT BAP bukan anak usaha perseroan melainkan sister company atau perusahaan afiliasi. "Keduanya memiliki pemegang saham akhir yang sama, yakni Golden Agri Resources Ltd," kata Jimmy dalam keterbukaan informasi, di Jakarta, Kamis (15/11).

Per 30 September 2018, perseroan membeli produk kelapa sawit dari BAP senilai Rp 3,88 triliun. Adapun BAP membeli produk kelapa sawit perseroan senilai Rp 1,09 triliun. Perseroan juga memberi jasa pengelolaan sumber daya manusia, akuntansi dan pajak, komputer, dan jual beli. Perseroan juga menerima jasa titip olah produk sawit milik BAP.

PT SMART memiliki lahan seluas 24,6 ribu hektare di Kalteng di mana seluas 22,2 ribu ha telah memiliki Hak Guna Usaha (HGU). Sisanya seluas 2,4 ribu ha masih dalam proses HGU dan beroperasi menggunakan Izin Usaha Perkebunan. "Seluruh unit perseroan yang berada di Kalteng telah memiliki Amdal dan masih berlaku hingga kini," kata Jimmy.

Perseroan menyebutkan kasus dugaan suap yang melibatkan ESS masih dalam proses penyelidikan KPK. "Hingga kini belum ada perkembangan yang kami peroleh sehingga tidak ada informasi yang dapat kami sampaikan," ujarnya.

(Baca: Kasus Suap DPRD Kalteng, Wakil Dirut Induk Usaha Sawit Sinarmas Mundur)

Reporter: Antara
News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait