Bea Cukai Malang Sita Ratusan Ribu Batang Rokok Ilegal

Dari informasi tersebut, pada pukul 09.00 WIB petugas bergerak menuju ke lokasi terget dan mendapati ribuan batang rokok ilegal berbagai merek
Image title
Oleh Tim Publikasi Katadata - Tim Publikasi Katadata
25 September 2020, 19:25
Ditjen Bea dan Cukai
Katadata

Malang – Dalam menggencarkan operasi Patuh Cukai yang dilaksanakan mulai 10 - 30 September 2020, Bea Cukai Malang kembali berhasil mengamankan rokok ilegal di Kabupaten Malang sebanyak 175.284 batang dalam dua kali penindakan.

Kepala Kantor Bea Cukai Malang, Latif Helmi menjelaskan operasi penindakan pertama pada Kamis (17/9) di Kecamatan Gondanglegi, Kabupaten Malang didapatkan 31.284 batang rokok ilegal jenis sigaret kretek mesin (SKM) tanpa dilekati pita cukai.

Awalnya, petugas Bea Cukai Malang memperoleh informasi dari masyarakat tentang adanya toko yang menjual rokok ilegal di Desa Putatkidul. “Dari informasi tersebut, pada pukul 09.00 WIB petugas bergerak menuju ke lokasi terget dan mendapati ribuan batang rokok ilegal berbagai merek,” kata Latif.

Dari hasil operasi tersebut, ungkap Helmi, ditaksir kerugian negara yang ditimbulkan sebesar Rp14.234.220.

Kemudian, ujar Latif, operasi kedua pada Sabtu (19/9) di Kecamatan Kedungkandang, Kota Malang, didapatkan 144.000 batang rokok ilegal jenis SKM tanpa dilekati pita cukai. Dari hasil operasi kedua ini, ditaksir kerugian negara yang ditimbulkan sebesar Rp65.520.000

Hingga saat ini, kasus tersebut masih dalam tahap penelitian lebih lanjut. Bea Cukai menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada masyarakat yang telah berperan aktif dalam memerangi peredaran rokok ilegal. “Tak henti kami mengajak semua kalangan untuk bersama Bea Cukai Malang menggempur rokok ilegal,” ujar Latif.

Dalam periode operasi patuh Cukai, Bea Cukai Malang tetap fokus dalam upaya pemberantasan peredaran rokok ilegal. Dengan ini diharapkan peredaran rokok ilegal di wilayah Malang Raya terus menurun dan sesuai target dari Menteri Keuangan pada tahun ini untuk menekan peredaran rokok ilegal hingga 1 persen, kata Latif.

Video Pilihan

Artikel Terkait