Luhut: Kontrak Freeport dan Aspal Plastik Jadi Prestasi 3 Tahun Jokowi

"Proyek yang di bawah Pak Basuki (Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) juga berjalan," kata Luhut
Ameidyo Daud Nasution
20 September 2017, 13:55
Luhut Binsar Pandjaitan
Arief Kamaludin|KATADATA
Menko Bidang Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan

Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan memasuki tiga tahun masa jabatannya bulan depan. Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengklaim sejumlah pencapaian telah terlaksana selama rentang tiga tahun Jokowi memimpin pemerintahan.

Luhut mengatakan beberapa hal yang telah tercapai diantaranya adalah keberhasilan pemerintah dalam perundingan negosiasi kontrak PT Freeport Indonesia, hingga suksesnya uji coba pengolahan dan pencampuran sampah plastik menjadi aspal untuk pembangunan infrastruktur jalan.

"Saya kira itu berjalan," kata Luhut yang ditemui usai rapat di kantornya, Jakarta, Selasa (19/9).

Pencapaian lainnya, kata Luhut, adalah beberapa proyek infrastruktur yang hingga saat ini berjalan sesuai rencana. Proyek tersebut diantaranya adalah Pelabuhan Patimban, pelabuhan kapal pesiar di Bali, hingga proyek Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Suwung di Bali.

"Lalu proyek yang di bawah Pak Basuki (Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) juga berjalan," katanya.

Terkait dengan 3 tahun pemerintahan Jokowi, kelompok masyarakat lintas profesi kembali menggelar acara Rembuk Nasional 2017. Acara ini merupakan ajang masyarakat untuk mengevaluasi kebijakan pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) - Jusuf Kalla (JK) selama tiga tahun menjabat Presiden dan Wakil Presiden.

Ketua Pelaksana Rembuk Nasional 2017 Firdaus Ali mengatakan acara tahun ini berbeda dengan dua Rembuk Nasional sebelumnya. Rembuk Nasional 2017 dilaksanakan menjadi dua tahap yakni Rembuk Daerah serta Rembuk Pusat. Mekanismenya Rembuk Daerah telah dilaksanakan sejak satu setengah bulan lalu dan berlokasi di 16 Perguruan Tinggi Negeri.

Hasil dari pembicaraan Rembuk Daerah akan dibawa ke Rembuk Pusat yang rencananya akan dihadiri Jokowi. "Karena Presiden juga ingin tahu sejauh mana dampak kebijakan (Pemerintah)," kata Firdaus yang juga menjabat Staf Ahli Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat kemarin.

Video Pilihan

Artikel Terkait