Incar Dana Rp 7 Triliun, Waskita Jual Tol dan Saham Anak Usaha

Aksi korporasi ini dinilai bisa menigkatkan kemampuan Waskita dalam mendapatkan pinjaman dan modal
Miftah Ardhian
29 Mei 2017, 15:59
Waskita KATADATA|Arief Kamaludin
Waskita KATADATA|Arief Kamaludin

PT Waskita Karya (Persero) Tbk. tengah berupaya memperkuat permodalan perusahaan agar lebih leluasa mencari pendanaan. Saat ini Waskita telah menyiapkan dua skema, yakni dengan menambah modal anak usaha dan menjual tol yang dimilikinya. 

Direktur Utama Waskita Karya M. Choliq mengatakan, pihaknya sedang mempersiapkan proses penerbitan saham baru atau rights issue anak usahanya yakni PT Waskita Toll Road. "Karena Waskita Toll Road memiliki 18 ruas jalan tol, otomatis profil 18 ruas jalan tol itu ditenderkan," ujar Choliq saat konferensi pers, di Kantor Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Jakarta, Senin (29/5).

Selain right issue anak usaha, Waskita Karya juga akan melepas beberapa ruas tol di Trans Jawa. Tol adalah Kanci-Pejagan, Pejagan-Pemalang, Pemalang-Batang, dan Pasuruan-Probolinggo. Rencananya beberapa ruas tol ini ditawarkan dalam satu paket. (Baca: Jokowi Minta BUMN Sekuritisasi Aset untuk Biayai Proyek Infrastruktur)

Waskita menargetkan dengan dua skema ini perseroan bisa mendapatkan dana hingga Rp 7 triliun. Selain itu, rasio utang perseroan juga akan menurun dari anak usaha dan sebagian tol yang dijual. 

"Ini akan menurunkan kapasitas hutang Waskita Karya. Karena bukan hanya beli saham, tapi juga memindahkan utang Waskita ke investor yang akan beli tadi," ujarnya.

 Choliq juga meyakini aksi korporasi yang akan dilakukannya ini akan membuat kemampuan perusahaan untuk mendapatkan pinjaman modal (leverage) bertambah Rp 20 triliun. Dengan begitu, tahun ini Waskita Karya akan bisa mendapat permodalan sebesar Rp 30 triliun.

(Baca: Jasa Marga Akan Jual Saham Jalan Tol Semarang-Solo dan JORR W1)

Dana ini akan digunakan untuk membiayai proyek-proyek yang akan dibangun perseroan. Waskita membutuhkan dana yang besar untuk mendukung upaya pemerintah mengenjot pembangunan infrasruktur hingga 2019. Pemerintah telah menetapkan target pembangunan 1.270 kilometer (km). Namun,Choliq masih enggan menyebutkan ruas tol mana saya yang akan digarap oleh perusahaannya.

Waskita Karya telah memutuskan bahwa ke depan akan lebih fokus pada usaha konstruksi. Rencananya semua tol yang dimilikinya saat ini akan dijual. "Pada prinsipnya, semua ruas dipersilakan untuk ditawar. Walaupun yang dalam bentuk tender hanya ada dua paket," ujarnya.

(Baca: Hutama Karya Bidik Rp 4 Triliun dari Sekuritisasi Aset Tol Priok)

Ada dua lembaga yang bertugas untuk menawarkan ruas-ruas tol miliknya itu adalah PT Danareksa dan BNI Sekuritas. Penawaran pun akan dilakukan kepada investor dalam dan luar negeri. Dia memastikan penjualan tol ini bukanlah sekuritisasi, tapi melepas semua asetnya. "Saya jual. Sekuritisasi itu saya kira tidak pas, karena sama saja dengan utang kan," katanya.

Video Pilihan

Artikel Terkait