9 Manfaat Tempe Bagi Kesehatan dan Cara Mudah Membuatnya di Rumah

Kaya nutrisi dan harganya yang terjangkau membuat tempe banyak digemari. Manfaat tempe untuk kesehatan sangat beragam. Tidak hanya itu, olahan kedelai ini juga bisa dengan mudah dibuat di rumah.
Image title
17 September 2021, 08:57
9 Manfaat Tempe Bagi Kesehatan dan Cara Mudah Membuatnya di Rumah
pixabay.com
Tempe salah satu sumber protein nabati yang mudah dijumpai

Masyarakat Indonesia mungkin sudah tidak asing lagi dengan tempe. Olahan kedelai yang satu ini memang sudah populer sejak beberapa tahun lalu. Menurut penjelasan dalam “Tempe: Persembahan Indonesia untuk Dunia” yang dikeluarkan oleh Badan Standardisasi Nasional (2012), di Indonesia pada waktu itu ada sekitar 81 ribu usaha tempe yang bisa memproduksi sekitar 2,4 juta ton tempe per tahun.

Tempe merupakan makanan merayakyat yang kaya nutrisi. Manfaat tempe juga sangat beragam. Apa saja manfaat dari tempe? Simak penjelasan berikut ini.

Kandungan Tempe

Sebelum mengulik tentang manfaat tempe, tak ada salahnya untuk mengetahui terlebih dahulu kandungan nutrisi yang ada didalamnya. Berdasarkan menjelasan dari “Tempe: Persembahan Indonesia untuk Dunia” yang dikeluarkan oleh Badan Standardisasi Nasional (2012), nilai gizi yang ada didalam tempe yaitu:

1. Asam lemak

Tempe yang dibuat dengan cara fermentasi menghasilkan asam lemak tak jenuh majemuk. Asam lemak ini bisa menurunkan kolesterol serum dan menetralkan dampak negatif dari sterol di dalam tubuh.

2. Vitamin

Setidaknya diketahui ada dua kelompok vitamin dalam tubuh. Pertama, vitamin larut air berupa vitamin B kompleks. Kedua, kelompok vitamin yang larut dalam lemak seperti vitamin A, D, E, dan K. Selain kedua kelompok tersebut, jenis vitamin lainnya yang ada di dalam tempe yaitu vitamin B1, B2, B6, B12, asam pantotenat, dan asam nikotinat.

3. Mineral

Tempe mengandung mineral makro dan mikro yang cukup banyak. Beberapa mineral yang dimiliki tempe antara lain; besi, tembaga, fosfor, insoitol, kalsium, dan magnesium.

4. Antioksidan

Kandungan tempe selanjutnya yaitu antioksidan dalam bentuk isoflavon yang terdiri dari daidzein, glisitein, dan genistein.

Sementara itu menurut Data Komposisi Pangan Indonesia, komosisi nilai gizi dalam 100 gram tempe yaitu; air, energi, protein, lemak, karbohidrat, serat, abu, kalsium, fosfor, besi, natrium, kalium, tembaga, seng, beta karoten, thiamin, riboflavin, dan niasin.

Manfaat Tempe Bagi Kesehatan

Melihat banyaknya nutrisi dan vitamin di dalam tempe, maka tak heran jika makanan ini mempunyai segudang manfaat bagi kesehatan. Mengutip dari hellosehat.com dan halodoc.com, beberapa manfaat tempe bagi kesehatan sebagai berikut;

1. Memperbaiki sel yang rusak

Tempe merupakan sumber protein yang baik untuk tubuh. Fungsi protein ini yaitu untuk membangun serta memperbiki jaringan dan sel tubuh. Protein tersebut termasuk dalam kelompok protein larut air dan bisa mengaktifkan enzim proteolitik.

Enzim tersebut yang berperan dalam memecahkan rantai protein sehingga bisa lebih mudah dicerna tubuh. Selain itu, enzim proteolitik juga berperan dalam membantu pembelahan sel, pembekuan darah, meningkatkan imun, dan fungsi penting lainnya.

2. Mencegah oseteoporosis

Osteoporosis atau berkurangnya kepadatan tulang tentu menjadi masalah tersendiri. Sebab jika dibiarkan begitu saja, tulang bisa menjadi keropos. Tempe memiliki kandungan kalium dan fosfor yang penting untuk mencegah masalah kesehatan tersebut.

3. Mencegah kekurangan darah

Manfaat tempe selanjutnya juga bisa menjadi pencegah anemia. Tempe bisa menjadi pilihan makanan penambah darah karena memiliki vitamin B12. Kandungan tersebut dipercaya bisa meningkatkan produksi sel darah merah.

4. Menurunkan berat badan

Tempe juga bisa menjadi menu diet yang sehat dan mengenyangkan. Kandungan protein yang tinggi membuat tempe bisa menurunkan berat badan. Sebuah penelitian menyebutkan bahwa diet tinggi protein bisa memicu thermogenesis yang akan membantu tubuh membakar kalori.

5. Mencegah diabetes

Manfaat tempe lainnya yaitu bisa menjadi menu sehat untuk mencegah diabetes. Hal ini dikarenakan tempe memiliki kadungan isoflavon dan serat yang bisa menjaga gula darah tetap stabil. Tempe juga mempunyai kemampuan memperbaiki resistensi insulin tubuh.

6. Melawan radikal bebas

Olahan kedelai yang satu ini diketahui mengandung antioksidan yang tinggi. Senyawa aktif tersebutlah yang berperan penting dalam melawan radikal bebas. Sehingga beberapa masalah kesehatan seperti kanker, bisa dicegah.

Manfaat Tempe untuk Ibu Hamil

Saat hamil, makanan menjadi perhatian khusus. Ibu hamil pasti akan mengupayakan untuk mengkonsumsi makanan sehat agar kesehatan ia dan bayinya tetap terjaga. Tempe bisa menjadi pilihan makanan sehat untuk ibu hamil. Menurut penjelasan di klikdokter.com, beberapa manfaat tempe untuk ibu hamil sebagai berikut.

1. Memperbiki mood

Saat hamil, banyak perempuan merasakan perubahaan suasana hati sangat cepat. Terkadang ibu hamil bisa merasakan bahagia namun beberapa menit kemudian berubah menjadi sedih. Meskipun hal tersebut normal, namun jika dibiarkan bisa menggangu aktivitas sehari-hari.

Untuk mengatasi mood swing, ibu hamil bisa mengkonsumsi tempe. Hal tersebut dikarenakan tempe memiliki kandungan karbohidrat yang bisa menambah energi. Dengan demikian, ibu hamil bisa bersemangat lagi dan tidak cepat lelah.

2. Meningkatkan kecerdasan bayi

Tempe juga mengandung asam folat yang bisa membantu meningkatkan sistem kerja otak bayi. Dengan demikian, bayi yang lahir nantinya memiliki kecerdasan lebih. Bukan hanya itu, asam folat juga bisa mencegah risiko bayi lahir cacat serta membantu perkembangan bayi didalam perut.

3. Sumber protein yang aman

Protein menjadi asupan penting bagi ibu hamil. Namun tak semua protein aman, misalnya saja daging merah yang diolah tidak benar. Meski daging memiliki kandungan protein, namun jika dimasak kurang matang bisa menyebabkan masalah kesehatan untuk ibu hamil.

Pilihan yang tepat yaitu dengan konsumsi protein nabati. Tempe mengandung protein nabati yang tinggi dan sangat bermanfaat untuk menjaga imun tubuh selama masa kehamilan.

Apakah Tempe Mentah Bermanfaat?

Tempe bisa dioleh menjadi beragam jenis masakan. Biasanya tempe digoreng, disayur, atau ada juga yang mengkonsumsi tempe mentah dengan tambahan sambal terasi. Namun sebenarnya bolehkah tempe dikonsumsi saat masih mentah?

Menurut penuturan di laman sehatq.com, makan tempe saat masih mentah tidak disarankan. Hal tersebut sesuai juga dengan penjelasan dalam Journal of Applied Microbiology, yang menyebutkan bahwa tempe sebaiknya dikonsumsi saat sudah matang. Pengolahannya bisa dengan cara digoreng, rebus, atau panggang.

Proses pemasakan diperlukan untuk membunuh bakteri dan kontaminasi saat proses fermentasi. Dengan kata lain, manfaat tempe mentah belum bisa dipastikan secara ilmiah. Bahkan tempe mentah berisiko menyebabkan gangguan kesehatan karena adanya bakteri patogen.

Cara Membuat Tempe

Membuat tempe sebenarnya tidak sulit, Anda bisa membuatnya sendiri di rumah. Bsn.go.id, menjelaskan proses pembuatan tempe dengan mudah.

  1. Lakukan penyortiran terhadap kedelai yang akan digunakan. Lalu cuci bersih kedelai tersebut dengan air mengalir.
  2. Rebus kedelai selama kurang lebih 30 menit atau sampai biji kedelai terasa empuk.
  3. Setelah direbus, kedelai kemudian direndam selama satu malam untuk menghilangkan asam.
  4. Kupas kulit ari kedelai yang sudah direndam dengan cara masukkan kedelai dalam air kemudian remas sampai seluruh kulit mengelupas.
  5. Cuci bersih kedelai yang sudah tak berkulit.
  6. Kukus kedelai seperti saat menanak nasi.
  7. Jika sudah matang, angkat lalu tiriskan sampai kedelai dingin.
  8. Tambahkan ragi sampai merata, lalu bungkus kedelai dalam plastik atau daun pisang.
  9. Diamkan bungkusan tersebut selama satu malam. Kemudian keesokan harinya bungkusan tempe ditusuk-tusuk menggunakan lidi.
  10. Diamkan lagi selama satu malam, hingga seluruh jamur tempe tumbuh dan menutupi kedelai.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait