17 Makanan Penambah Darah untuk Mencegah Anemia

Anemia merupakan gangguan kesehatan ketika tubuh memiliki kadar hemoglobin rendah. Kondisi tersebut dapat dicegah dengan konsumsi makanan penambah darah yang kaya nutrisi.
Image title
10 September 2021, 23:10
17 Makanan Penambah Darah untuk Mencegah Anemia
pixabay.com
Brokoli salah satu sayuran hijau yang bisa menambah darah

Anemia atau yang sering disebut sebagai penyakit kurang darah, merupakan gangguan kesehatan yang tidak boleh dianggap remeh. Menurut penjelasan Jurnal Kesehatan Masyarakat II (1), anemia diartikan sebagai kondisi ketika kadar hemoglobin (Hb) dalam tubuh di bawah normal. Hemoglobin ini sangat dipengaruhi jumlah zat besi dalam tubuh. Jika zat besi rendah, maka hemoglobin juga ikut turun. Hal tersebut yang bisa menjadi pemicu munculnya penyakit anemia.

Pilihan Makanan Penambah Darah Rendah

Kekurangan darah di dalam tubuh ternyata bisa diatasi dengan mengonsumsi beberapa makanan sehat. Ada beberapa jenis makanan penambah darah yang bisa menjadi pilihan untuk meningkatkan zat besi di dalam tubuh.

Makanan-makanan berikut ini bisa ditemukan dengan mudah dan relatif aman untuk dikonsumsi. Mengutip dari berbagai sumber laman kesehatan seperti halodoc.com, alodokter.com, dan gooddoctor.com, berikut daftar makanan untuk penambah darah.

1. Daging Merah

Pilihan makanan penambah darah yang pertama yaitu daging merah seperti daging sapi, kambing dan jenis daging merah lainnya. Makanan tersebut memiliki kandungan zat besi sebanyak 2,7 miligram (mg) per 100 gram daging merah. Jumlah tersebut bisa mencukupi kebutuhan zat besi harian sekitar 15%.

2. Daging Unggas

Jenis daging unggas yang  bisa meningkatkan zat besi yaitu daging ayam, daging bebek, atau jenis unggas lainnya. Setiap 100 gram daging unggas bisa memenuhi kebutuhan zat besi sekitar 13%.

3. Jeroan

Jeroan seperti hati, jantung, dan otak ternyata bisa menjadi pilihan makanan penambah darah. Setiap 100 gram hati sapi mengandung zat besi sekitar 6,5 mg dan bisa memenuhi kebutuhan zat besi sekitar 36%. Hati ayam memiliki kandungan zat besi sekitar 15,6 mg per 100 gram. Meskipun demikian, konsumsi jeroan tidak boleh berlebihan, karena bisa menyebabkan gangguan kesehatan lain.

4. Makanan laut

Seafood atau makanan yang berasal dari laut terutama kerang dan tiram ternyata memiliki kandungan zat besi cukup tinggi. Kerang sebanyak 100 gram diketahui memiliki kandungan zat besi sekitar 28 mg. Namun, kandungan zat besi dalam kerang sangat beragam, tergantung jenis kerangnya.

5. Sereal

Makanan sehat satu ini memiliki kandungan zat besi yang baik untuk mencegah anemia. Tidak hanya itu, sereal juga memiliki kandungan gizi seperti protein dan karbohidrat yang baik bagi kesehatan. Namun, saat mengonsumsi sereal sebagai penambah darah, pastikan tanpa gula tambahan. Hal tersebut untuk menghindari risiko gangguan kesehatan lain seperti diabetes.

6. Sayuran Hijau

Sayuran berwarna hijau seperti bayam dan brokoli diketahui memiliki kandungan zat besi yang cukup tinggi. Sayuran hijau ini juga bisa menjadi pilihan makanan penambah darah untuk ibu hamil. Kandungan vitamin C yang ada di dalam sayuran hijau juga baik untuk kesehatan tubuh.

7. Kacang dan Biji-bijian

Jenis kacang dan biji-bijian seperti kacang mete, kedelai, biji labu, dan biji bunga matahari diketahui memiliki kandungan zat besi cukup tinggi. Selain itu, kacang dan biji-bijian tersebut memiliki kandungan kalsium yang baik untuk kesehatan.

8. Tahu

Makanan yang terbuat dari kedelai ini bisa menjadi pilihan makanan untuk mencegah anemia. Di dalam 129 gram tahu diketahui memiliki kandungan zat besi 2,4 mg dan bisa mencukupi kebutuhan zat besi harian sekitar 19%. Tahu memiliki harga yang murah ini bisa diolah menjadi beragam makanan yang lezat dan bergizi.

9. Cokelat Hitam

Cokelat hitam atau dark chocolate selain rasany manis, juga mengandung zat besi cukup tinggi. Dalam satu ons dark chocolate terdapat sekitar 3,4 gram zat besi. Selain itu, cokelat hitam juga mengandung mineral lain seperti tembaga, magnesium, dan antioksidan yang baik untuk tubuh.

10. Buah Semangka

Buah segar dan mengandung banyak air ini memiliki khasiat untuk menambah darah. Buah semangka yang kaya air ini juga sangat baik bagi tubuh terutama untuk menjaga tubuh agar tidak dehidrasi.

11. Telur Ayam

Telur merupakan makanan sehat yang mengandung banyak gizi dengan kandungan vitamin A. Untuk itu, telur ayam bisa membantu tubuh memproduksi sel darah merah. Selain itu, telur juga mengandung protein yang baik untuk kesehatan.

12. Buah Kering

Buah kering seperti anggur dan kismis bisa menjadi alternatif makanan yang menambah darah. Hal tersebut karena buah kering memiliki kandungan zat besi cukup tinggi. 

13. Buah Murbei

Meskipun kurang familiar, buah murbei ternyata bisa menjadi pilihan makanan penambah darah. Dalam 100 gram murbei terdapat kandungan zat besi sekitar 1,85 mg. Murbei juga memiliki beragam nutrisi dan mineral baik bagi kesehatan, seperti menjaga kesehatan mata, sirkulasi darah, hingga meningkatkan daya tahan tubuh.

14. Buah Pisang

Buah berwarna kuning dengan cita rasa dan tekstur khas ini memiliki kandungan zat besi cukup tinggi. Kandungan nutrisi dalam pisang bisa membantu tubuh menghasilkan sel darah merah secara optimal.

15. Buah Alpukat

Alpukat merupakan buah kaya nutrisi, dengan rasa dan tekstur yang unik menjadi daya tarik tersendiri. Alpukat memiliki kandungan vitamin E dan berperan melindungi sel darah merah.

16. Buah Persik Kering

Buah selanjutnya yang bisa menambah zat besi dalam tubuh yakni buah persik kering. Persik kering bisa menjadi camilan sehat baik dikonsumsi langsung ataupun dicampur terlebih dahulu dengan yoghurt.

17. Ubi Merah

Ubi merah yang biasa dijumpai di pasar selain mengenyangkan juga memiliki kandungan baik untuk menambah darah. Ubi bisa mengaktifkan sel darah merah dan menambah suplai oksigen di dalam darah. Selain itu, ubi merah juga memiliki kandungan kalium yang cukup tinggi sehingga bisa membuat tekanan darah tetap stabil.

Risiko Kekurangan Darah

Mungkin masih banyak diantara kita yang belum mengetahui risiko kekurangan darah. Mengutip dari laman halodoc.com, ada beberapa risiko jika tubuh mengalami kekurangan darah. Berikut penjelasannya.

1. Pembengkakan pada otot

Risiko pertama yaitu bisa menyebabkan pembengkakan pada bagian tubuh tertentu. Pembengkakan juga bisa terjadi pada otot lidah. Hal tersebut menyebabkan lidah menjadi sakit dan menyulitkan saat makan. Selain itu, kekurangan darah bisa menyebabkan bibir menjadi kering dan retak, sekaligus menimbulkan rasa tidak nyaman namun juga menggangu penampilan.

2. Rambut rontok

Kurang darah juga bisa menyebabkan rambut rontok. Kekurangan zat besi membuat oksigen ke folikel rambut berkurang dan menyebabkan rambut berhenti tumbuh, serta kulit kepala kering. Namun, ketika zat besi terpenuhi rambut akan tumbuh dengan baik kembali.

3. Mudah mengalami infeksi

Penyintas anemia diketahui lebih mudah mengalami infeksi. Hal ini dikarenakan oksigen yang menuju ke organ limpa dan kelenjar getah bening menjadi berkurang. Padahal limpa dan kelenjar getah bening merupakan organ dengan kemampuan melawan infeksi.

4. Gangguan pada kaki

Salah satu alasan mengonsumsi makanan penambah darah bagi penderita anemia yakni mencegah adanya gangguan pada kaki. Kondisi ini dikenal dengan istilah sindrom restless leg atau kaki menjadi gelisah. Ketika sindrom ini muncul, maka kaki akan merasakan adanya getaran dan dorongan terus menerus yang menyebabkan kaki seperti sedang gelisah.

Gejala Anemia

Untuk mengetahui apakah tubuh kekurangan darah atau tidak sebenarnya bisa diketahui dengan gejala yang sering muncul. Mengutip dari gooddoctor.com, ada beberapa gejala anemia.

  1. Mudah lelah
  2. Kulit pucat
  3. Sesak napas
  4. Sakit kepala
  5. Paltipasi jantung
  6. Kulit kering dan kerusakan pada rambut
  7. Muncul masalah pada mulut
  8. Kuku menjadi rapuh
  9. Mudah kesemutan
  10. Terjadi perubahan suasana hati

Apabila 10 gejala tersebut Anda rasakan dalam waktu yang cukup lama, maka sangat disarankan untuk segera memeriksakan diri ke dokter. Beberapa makanan penambah darah di atas bisa menjadi upaya pencegahan. Namun menerapkan pola hidup yang sehat seperti istirahat cukup, olahraga, mengelola stres, dan lain sebagainya juga bisa menjadi cara mencegah anemia.

News Alert

Dapatkan informasi terkini dan terpercaya seputar ekonomi, bisnis, data, politik, dan lain-lain, langsung lewat email Anda.

Dengan mendaftar, Anda menyetujui Kebijakan Privasi kami. Anda bisa berhenti berlangganan (Unsubscribe) newsletter kapan saja, melalui halaman kontak kami.
Video Pilihan

Artikel Terkait