PLN-Pertamina Tanda Tangani Perjanjian Jual-Beli Listrik Blok Rokan

Pasokan listrik PLN ke Blok Rokan akan mulai pada 9 Agustus 2021, ketika Pertamina mengelola blok migas tersebut.
Image title
1 Februari 2021, 20:04
blok rokan, pln, pertamina, blok migas, migas
Katadata
Ilustrasi. PLN bakal memasok kebutuhan tenaga listrik untuk wilayah kerja Blok Rokan, Riau.

Perusahaan Listrik Negara alias PLN bakal memasok kebutuhan tenaga listrik untuk wilayah kerja Blok Rokan, Riau. Hal ini ditandai dengan penandatanganan surat perjanjian jual-beli tenaga listrik dan uap (SPJBTLU) antara PLN dengan anak usaha Pertamina, yaitu Pertamina Hulu Rokan (PHR).

Dengan ditandatanganinya perjanjian itu, maka secara resmi pasokan listrik dan uap untuk wilayah kerja Rokan akan dilayani oleh PLN. Penandatanganannya dilakukan secara virtual oleh General Manager PLN Unit Induk Wilayah Riau dan Kepulauan Riau Dispriansyah bersama Presiden Direktur Pertamina Hulu Rokan Yudantoro.

Kepala Divisi Pengelolaan Aset SKK Migas, Achmad Riad berharap kerja sama ini dapat memberikan manfaat antar kedua belah pihak. “Apalagi Blok Rokan merupakan salah satu penghasil minyak terbesar di Indonesia,”ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (1/2).

Direktur Bisnis Regional Sumatera dan Kalimantan PLN Wiluyo Kusdwiharto mengatakan pihaknya berkomitmen menjamin pasokan listrik secara andal dan berkualitas. "Pertamina Hulu Rokan juga berkomitmen menjadikan PLN sebagai rekan kerja dalam hal penyediaan listrik dan uap,” ucapnya.

Pertamina Hulu Rokan akan mulai mengelola blok migas tersebut pada 9 Agustus 2021 mendatang, setelah beralih dari Chevron. Dalam perjanjian tersebut, masa layanan PLN dibagi menjadi dua. Pertama, masa transisi selama 3 (tiga) tahun, dimulai dari 9 Agustus 2021 sampai dengan 8 Agustus 2024.

Pada masa transisi ini, PLN akan mengelola pembangkit listrik yang saat ini telah melistriki wilayah kerja Rokan. Lalu, layanan permanen akan diberikan mulai 8 Agustus 2024. Perusahaan setrum negara akan melakukan interkoneksi sistem Blok Rokan dengan sistem kelistrikan Sumatera, dengan kapasitas 400 megawatt (MW).

Masa transisi 3 tahun akan dioptimalkan PLN dengan melakukan pembangunan interkoneksi dan meningkatkan kapasitas pasokan. Pada 2024 diperkirakan cadangan daya sistem Sumatera mencapai 3.811 megawatt atau 46,1% sehingga dipastikan siap memenuhi kebutuhan listrik Wilayah Kerja Rokan.

CEO Pertamina Hulu Energi Budiman Parhusip mengatakan pasokan listrik dan uap sangat diperlukan dalam operasi Blok Rokan untuk melanjutkan produksi migasnya. Kerja sama ini harapannya dapat berlanjut tidak hanya pada Blok Rokan tapi pada program strategis lainnya.

Sebelumnya, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif mengatakan masih ada satu pembahasan antar Pertamina dan Chevron dalam proses transisi Blok Rokan, yakni pasokan listrik.

Pembangkit listrik di blok migas itu dimiliki oleh Chevron, yang statusnya di luar kontrak kerja sama dengan pemerintah. “Perlu adanya negosiasi dan sedang ditawarkan secara publik juga. Mereka memakai konsultan JP Morgan,” kata Arifin dalam rapat Kerja bersama Komisi VII DPR pada 19 Januari lalu.

Reporter: Verda Nano Setiawan
Editor: Sorta Tobing
Video Pilihan

Artikel Terkait