Rupiah kembali bergerak menguat 32 poin atau berkisar 0,23% dengan berada di level 16.897 pada pembukaan perdagangan Kamis (22/1) setelah BI Rate atau suku bunga acuan yang dipertahankan di 4,75%.
Tekanan terhadap kurs rupiah datang dari berbagai arah, mulai dari memanasnya tensi geopolitik, perlambatan pemulihan ekonomi domestik, hingga meningkatnya kekhawatiran pasar terhadap independensi BI.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) mencatat harga rata-rata harga minyak mentah Indonesia (ICP) pada November 2025 sebesar US$ 62,83 per barel.
Rupiah melemah di tengah aksi investor yang masih menanti data terbaru dari Amerika Serikat terkait lapangan kerja di sektor nonpertanian hingga inflasi pad a November.
Rupiah diperkirakan akan menguat terhadap dolar AS hari ini, didorong oleh perbaikan sentimen pasar meskipun terdapat kecemasan geopolitik antara Cina dan Jepang dan kebijakan suku bunga The Fed.
Rupiah diperkirakan akan menguat terhadap dolar AS hari ini, dipicu oleh data tenaga kerja Amerika Serikat yang menunjukkan penurunan, serta ekspektasi penurunan suku bunga The Fed.