Ibrahim menilai pelemahan rupiah juga dipengaruhi prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia yang diperkirakan masih berada di bawah level 5% pada kuartal II-2026.
Nilai Tukar Rupiah melemah ke Rp 18.109 per dolar AS. Analis menilai, hal in dipicu oleh sentimen negatif dari ketegangan geopolitik Timur Tengah dan faktor domestik, seperti kasus korupsi.
Nilai Tukar Rupiah menguat tipis terhadap Dolar AS di awal perdagangan dan diprediksi akan bergerak terbatas dengan kecenderungan menguat sepanjang hari ini.
Rupiah menunjukkan perbaikan setelah Bank Indonesia menaikkan suku bunga untuk menjaga stabilitas, didukung respons positif investor dan masuknya dana asing.