ADB menekankan pentingnya kebijakan dan efisiensi pajak untuk meningkatkan penerimaan negara dan menghadapi tantangan rasio pajak rendah Indonesia terhadap PDB.
ADB meningkatkan prediksi pertumbuhan ekonomi Asia dan Pasifik menjadi 5% pada tahun 2024, dipicu oleh permintaan domestik yang kuat dan stabilnya ekspor regional.
Indonesia mendapatkan pinjaman berbasis kebijakan dari ADB senilai US$ 500 juta atau setara dengan Rp 7,5 triliun yang akan digunakan untuk pensiun dini PLTU.
Presiden Jokowi meresmikan sistem pengelolaan air limbah domestik terpadu di Pekanbaru, Riau, dengan total investasi senilai Rp 902 miliar hasil kerjasama dengan ADB.
Menkeu Sri Mulyani mengatakan perlu kerja sama antara pemerintah negara-negara, lembaga keuangan multilateral, investor swasta, dan filantropi untuk mengatasi perubahan iklim.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan bahwa Indonesia sedang memfinalisasi paket pensiun dini PLTU berkapasitas 660 MW yang akan jadi proyek percontohan transisi energi.